PORTALBUANA.ASIA,SUNGAI PENUH – Dalam rangka memperingati Hari Kartini, Dewan Pimpinan Cabang (DPC) PDI-P Kota Sungai Penuh menyampaikan ucapan selamat sekaligus penghormatan kepada seluruh perempuan hebat di Bumi Sepucuk Jambi Sembilan Lurah. Momentum ini tidak hanya menjadi peringatan seremonial, tetapi juga sebagai pengingat akan pentingnya peran perempuan dalam perjalanan pembangunan daerah dan bangsa.
Hari Kartini menjadi simbol perjuangan panjang kaum perempuan dalam meraih kesetaraan, membuka akses pendidikan, serta memperjuangkan hak-hak yang selama ini terpinggirkan. Semangat tersebut terus relevan hingga saat ini, di tengah berbagai tantangan zaman yang semakin kompleks. Perempuan kini dituntut tidak hanya kuat secara moral, tetapi juga cerdas, mandiri, dan mampu beradaptasi dengan perubahan.
Ketua DPC PDI-P Kota Sungai Penuh, Hardizal, yang juga menjabat sebagai Wakil Ketua DPRD Kota Sungai Penuh, menyampaikan bahwa perempuan memiliki peran strategis sebagai mitra sejajar dalam pembangunan. Ia menegaskan bahwa tidak ada lagi sekat yang membatasi perempuan untuk berkontribusi di berbagai sektor kehidupan, baik di bidang sosial, ekonomi, pendidikan, maupun politik.
“Kami percaya bahwa perempuan adalah mitra
sejajar dalam pembangunan. Perempuan memiliki potensi besar untuk menjadi penggerak perubahan dan pilar penting dalam mewujudkan kemajuan daerah,” ungkapnya.
Menurutnya, perempuan masa kini harus mampu mengambil peluang, berani keluar dari zona nyaman, dan menunjukkan kapasitas diri melalui karya nyata. Tidak hanya itu, perempuan juga diharapkan mampu menjadi inspirasi bagi generasi muda untuk terus berjuang meraih cita-cita tanpa rasa takut dan ragu.
Ia juga mengajak seluruh perempuan untuk terus mengobarkan semangat Kartini dalam kehidupan sehari-hari. Semangat itu diwujudkan dalam keberanian untuk menyampaikan pendapat, mengambil peran kepemimpinan, serta memperjuangkan keadilan dan kesetaraan.
“Mari terus kobarkan semangat Kartini: berani bersuara, berani memimpin, dan berani memperjuangkan hak-hak kita. Jangan pernah ragu untuk mengisi ruang-ruang publik dengan gagasan dan karya nyata. Perempuan harus hadir sebagai solusi, bukan sekadar pelengkap,” tegasnya.
Lebih lanjut, Hardizal menekankan bahwa perjalanan perempuan menuju kesetaraan bukanlah hal yang instan. Dibutuhkan kerja keras, ketekunan, serta dukungan dari semua pihak, baik pemerintah, keluarga, maupun masyarakat secara luas. Oleh karena itu, sinergi dan kolaborasi menjadi kunci dalam memperkuat posisi perempuan di berbagai lini kehidupan.
Dalam refleksinya, ia juga mengingatkan kembali pesan inspiratif R.A. Kartini, “habis gelap terbitlah terang”, yang menjadi simbol harapan dan optimisme. Kalimat tersebut mengandung makna mendalam bahwa setiap perjuangan, seberat apapun, akan membuahkan hasil jika dijalani dengan keteguhan dan keyakinan.
“Semangat ‘habis gelap terbitlah terang’ harus terus kita hidupkan. Ini adalah pengingat bahwa perempuan mampu bangkit dari keterbatasan, melawan stigma, dan membuktikan bahwa mereka bisa berdiri sejajar dalam segala aspek kehidupan,” ujarnya.
Ia juga menambahkan bahwa perempuan memiliki peran ganda yang luar biasa, baik sebagai ibu dalam keluarga maupun sebagai agen perubahan di tengah masyarakat. Peran ini harus dihargai dan didukung agar perempuan dapat menjalankannya secara optimal tanpa harus kehilangan jati diri.
“Perempuan adalah madrasah pertama bagi generasi bangsa. Dari tangan perempuanlah lahir generasi yang berkualitas. Oleh karena itu, memberdayakan perempuan sama halnya dengan mempersiapkan masa depan yang lebih baik,” tambahnya.
DPC PDI-P Kota Sungai Penuh berharap, peringatan Hari Kartini ini dapat menjadi momentum untuk memperkuat komitmen bersama dalam mendorong pemberdayaan perempuan. Dengan memberikan ruang yang lebih luas, akses yang setara, serta perlindungan yang memadai, perempuan diyakini mampu memberikan kontribusi besar bagi kemajuan daerah.
“Karena ketika perempuan maju, Jambi pun ikut bangkit. Ini adalah semangat yang harus kita jaga bersama. Mari kita jadikan perempuan sebagai kekuatan utama dalam membangun daerah yang lebih maju, adil, dan sejahtera,” tutupnya.
Dengan semangat Kartini yang terus menyala, perempuan di Kota Sungai Penuh diharapkan semakin percaya diri, berdaya saing, dan mampu menjadi pelopor perubahan menuju masa depan yang lebih cerah, sejalan dengan cita-cita besar bangsa Indonesia.


0Comments