PORTALBUANA.ASIA, JAMBI – Kepolisian Daerah Jambi menggelar Pembukaan Rapat Kerja Teknis (Rakernis) Bidang Profesi dan Pengamanan (Bidpropam) Tahun Anggaran 2026, Jumat (27/2/2026), bertempat di Aula Lantai 3 Gedung Siginjai Mapolda Jambi. Kegiatan ini menjadi momentum penting dalam memperkuat fungsi pengawasan internal demi mendukung pelaksanaan program kerja Polri dan pemerintah di tahun mendatang.
Rakernis tahun ini mengusung tema “Penguatan Propam Polri Dalam Mengamankan, Mendukung dan Mensukseskan Rencana Kerja Polri dan Pemerintah Tahun 2026.” Tema tersebut mencerminkan komitmen kuat jajaran Propam dalam menjaga marwah institusi sekaligus memastikan setiap personel Polri bekerja sesuai aturan dan kode etik yang berlaku.
Kegiatan dibuka secara resmi oleh Kapolda Jambi, Krisno H. Siregar, dan turut dihadiri Wakapolda Jambi Brigjen Pol. B. Ali, S.I.K., S.H., para Pejabat Utama Polda Jambi, para Wakapolres/ta jajaran, Kasi Propam Polres/ta, operator SiPropam di lingkungan Polda Jambi, serta narasumber dari Ombudsman RI Perwakilan Jambi dan Persatuan Wartawan Indonesia Provinsi Jambi.
Dalam arahannya, Kapolda Jambi menegaskan bahwa pengawasan internal merupakan pondasi utama dalam membangun institusi Polri yang kuat, profesional, dan dipercaya masyarakat. Ia menilai, di tengah derasnya arus informasi dan perkembangan media digital, tingkat pengawasan publik terhadap Polri semakin tinggi. Kondisi ini menuntut jajaran Propam untuk mampu beradaptasi dengan dinamika zaman.
“Pengawasan yang dilakukan oleh Propam Polri wajib bersifat adaptif, humanis dan berkeadilan,” tegas Kapolda.
Menurutnya, pendekatan pengawasan yang adaptif berarti mampu mengikuti perkembangan teknologi dan pola komunikasi masyarakat. Sementara itu, pendekatan humanis dan berkeadilan harus menjadi prinsip utama dalam setiap proses pemeriksaan maupun penindakan terhadap personel.
Kapolda juga menekankan pentingnya peningkatan kapasitas sumber daya manusia di lingkungan Propam. Ia mendorong agar pelatihan dan pembekalan teknis terus ditingkatkan, khususnya dalam hal pemeriksaan dan interogasi, sehingga seluruh proses berjalan profesional, objektif, serta sesuai prosedur yang berlaku.
Selain itu, setiap tindakan dalam pelaksanaan tugas harus memiliki dasar aturan dan legitimasi yang jelas, guna menghindari potensi perlawanan maupun gugatan terhadap petugas. Dalam konteks penegakan disiplin, Kapolda mengingatkan agar penindakan tetap mempertimbangkan kondisi fisik personel dan menghindari segala bentuk kekerasan.
“Setiap tindakan kekerasan akan melahirkan kekerasan lain setelahnya. Oleh karena itu, kedepankan pendekatan yang profesional dan proporsional,” pesannya.
Ia menambahkan, sebagai satuan kerja yang diberi kewenangan menjaga kebersihan dan kehormatan institusi, Propam harus mampu menjadi teladan dalam sikap, perilaku, serta integritas. Kepercayaan publik, kata dia, hanya dapat diraih melalui konsistensi dalam penegakan disiplin yang adil dan transparan.
Sementara itu, melalui Kabid Humas Polda Jambi, Erlan Munaji, Kapolda menyampaikan bahwa Rakernis Bidpropam ini merupakan forum strategis untuk menyamakan persepsi, memperkuat sinergi pengawasan, serta meningkatkan profesionalisme personel dalam mendukung terwujudnya Polri yang Presisi.
“Melalui Rakernis ini diharapkan seluruh jajaran Propam semakin solid, loyal dan profesional dalam melaksanakan tugas pengawasan internal, sehingga mampu mendukung dan mensukseskan rencana kerja Polri dan Pemerintah Tahun 2026, khususnya di wilayah hukum Polda Jambi,” ujar Kombes Pol. Erlan Munaji.
Dengan terselenggaranya Rakernis Bidpropam Tahun Anggaran 2026 ini, diharapkan pengawasan internal di lingkungan Polda Jambi semakin kuat dan terarah, sehingga mampu meningkatkan kepercayaan masyarakat serta mewujudkan Polri yang bersih, transparan dan akuntabel.


0Comments