TSMlBUr7GfOlGSG8TpC0TSd9
Light Dark
RS MHA Thalib Kembali Di sorot , Rujukan Penuh, Pasien Cuci Darah Terancam Tertunda

RS MHA Thalib Kembali Di sorot , Rujukan Penuh, Pasien Cuci Darah Terancam Tertunda

RS MHA Thalib Kembali Di sorot , Rujukan Penuh, Pasien Cuci Darah Terancam Tertunda
Table of contents
×



PORTALBUANA.ASIA, SUNGAI PENUH - Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) RSUD Mayjend H.A. Thalib sungai penuh kembali menjadi sorotan publik. Setelah sebelumnya disorot oleh konten kreator Anisa Pratama melalui siaran langsung terkait sistem rujukan pengobatan orang tuanya ke Padang, kini keluhan serupa kembali mencuat di media sosial.


Sorotan terbaru datang dari akun Facebook Yessi Ratna Deli. Dalam unggahannya, ia menceritakan kesulitannya mendapatkan rujukan melalui aplikasi Mobile JKN untuk keperluan pasien yang wajib menjalani cuci darah.


Yessi mengungkapkan, pihak keluarga berencana mengambil rujukan untuk jadwal Selasa, 24 Februari. Namun, antrean pada aplikasi Mobile JKN disebut telah penuh. Padahal, pasien dijadwalkan menjalani cuci darah pada Rabu keesokan harinya, sehingga rujukan menjadi kebutuhan mendesak.


Ia juga menyebutkan, sebelumnya keluarga sempat berupaya memindahkan layanan cuci darah dari Padang ke RSUD MHA Thalib Sungai Penuh. Namun, upaya tersebut tidak dapat direalisasikan karena kapasitas layanan disebut telah penuh. Akibatnya, pasien terpaksa kembali menjalani cuci darah di Padang dan direncanakan berangkat pada Selasa malam.


Menanggapi polemik yang berkembang, Direktur RSUD Mayjend H.A. Thalib, Debi Sartika, sebelumnya telah memberikan klarifikasi melalui sejumlah media. Ia menjelaskan bahwa sistem rujukan yang diterapkan rumah sakit merupakan bagian dari layanan digital yang telah terintegrasi dengan BPJS Kesehatan.


Melalui sistem tersebut, peserta Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) dapat melakukan pendaftaran secara daring tanpa harus datang langsung ke rumah sakit, sehingga diharapkan dapat mempermudah dan mengefisienkan proses pelayanan.


Debi juga menyebutkan bahwa petugas telah menginformasikan kepada pihak keluarga pasien bahwa kuota pelayanan untuk hari yang dimaksud memang sudah penuh sesuai kapasitas yang tersedia. Namun, apabila pasien ingin dilayani lebih cepat, pihak rumah sakit menyarankan untuk menunggu hingga pukul 11.00 WIB sesuai mekanisme dan prosedur yang berlaku.


Meski demikian, keluhan yang beredar di media sosial ini kembali memunculkan harapan masyarakat agar ada solusi khusus bagi pasien dengan kondisi medis tertentu seperti cuci darah rutin, yang bersifat wajib dan tidak dapat ditunda. Hingga kini, perhatian publik terhadap sistem rujukan dan kapasitas layanan di RSUD Mayjend H.A. Thalib pun masih terus berlanjut.

0Comments