Jambi–Kepri Teken Kerja Sama Pengelolaan Pulau Berhala, Dorong Pariwisata & Ekonomi Lintas Sumatera
Gerbang Ekspor ke Singapura & Target Kenaikan PAD Pariwisata 30%: Sinergi Dua Gubernur untuk Masa Depan Maritim
📍 Gedung Daerah Pemprov Kepri, Tanjungpinang | 🗓️ Senin, 13 April 2026 | 🤝 Agenda: Penandatanganan Kesepakatan Bersama (KSB) Pulau Berhala
TANJUNGPINANG – Sejarah baru konektivitas ekonomi Sumatera segera ditulis. Gubernur Jambi, Al Haris, dan Gubernur Kepulauan Riau, Ansar Ahmad, resmi menandatangani Kesepakatan Bersama (KSB) terkait pengelolaan fasilitas pariwisata, ekonomi kreatif, dan kebudayaan di Pulau Berhala. Langkah strategis ini tidak hanya bertujuan mengembangkan wisata bahari kelas dunia, tetapi juga membuka jalur ekspor komoditas unggulan Jambi ke pasar Singapura melalui pelabuhan di Kepri, memperkuat ketahanan pangan dan ekonomi regional secara signifikan.
🏝️ Transformasi Pulau Berhala: Surga Wisata Terpadu
Fokus utama kerja sama ini adalah mengoptimalkan potensi geografis Selat Berhala yang memiliki kekayaan alam luar biasa. Kedua provinsi sepakat mengembangkan infrastruktur wisata secara terintegrasi untuk menarik wisatawan nasional maupun mancanegara.
- 🏨 Pembangunan Homestay: Fasilitas penginapan nyaman yang menyatu dengan alam.
- 🤿 Spot Diving & Snorkeling: Pengembangan kawasan terumbu karang eksotis untuk wisata selam.
- 🎭 Festival Budaya Tahunan: Ajang promosi kekayaan budaya lokal Jambi dan Kepri.
- 🚢 Penguatan Rute Feri: Meningkatkan aksesibilitas transportasi laut antarprovinsi.
"Pengembangan bersama ini akan memaksimalkan potensi geografis maritim, meredam konflik pengelolaan wilayah, dan mendorong pertumbuhan ekonomi regional," tegas Gubernur Al Haris.
🚀 Dari Jambi ke Dunia: Kepri Sebagai Pintu Gerbang
Selain pariwisata, sinergi ini memiliki dampak ekonomi makro yang besar. Pemprov Jambi akan memanfaatkan pelabuhan strategis di Kepulauan Riau sebagai hub ekspor untuk komoditas unggulan daerah, memangkas biaya logistik dan mempercepat distribusi ke pasar internasional.
📦 Komoditas Unggulan Ekspor:
- Hasil Laut: Ikan segar, olahan perikanan, dan produk budidaya air payau.
- Produk Pertanian: Kopi Jambi, karet, sawit, dan hasil perkebunan lainnya.
- Pasar Tujuan: Utama Singapura, serta perluasan ke negara ASEAN lainnya.
Promosi digital bersama juga akan digencarkan untuk memperkenalkan produk dan destinasi wisata kedua provinsi kepada audiens global, menciptakan ekosistem ekonomi kreatif yang berkelanjutan.
📈 Target Ambisius: Kenaikan PAD Pariwisata 20-30%
Kolaborasi lintas provinsi ini diharapkan menjadi model percontohan (pilot project) kerja sama antardaerah di Indonesia. Dengan integrasi sumber daya dan promosi bersama, proyeksi ekonomi menunjukkan angka yang sangat menjanjikan.
"Diproyeksikan peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD) sektor pariwisata mencapai 20–30 persen dalam dua tahun ke depan," ungkap para pihak dalam forum kepala daerah se-Sumatera.
Keberhasilan ini tidak hanya akan meningkatkan kesejahteraan masyarakat pesisir di Jambi dan Kepri, tetapi juga memperkuat posisi Sumatera sebagai poros maritim dan ekonomi baru di Indonesia.
Penandatanganan KSB di Gedung Daerah Tanjungpinang ini menandai dimulainya era baru kolaborasi Jambi-Kepri. Dari pengelolaan Pulau Berhala yang lestari hingga terbukanya keran ekspor ke Singapura, sinergi ini membuktikan bahwa batas administrasi bukanlah penghalang, melainkan jembatan untuk membangun kemakmuran bersama bagi seluruh masyarakat Sumatera.
Wartawan: RK/RL
Lokasi: Gedung Daerah Pemprov Kepri, Tanjungpinang
Pejabat Penandatangan: Gubernur Al Haris (Jambi) & Gubernur Ansar Ahmad (Kepri)
Objek Kerja Sama: Pulau Berhala, Selat Berhala
Topik: Sinergi Jambi-Kepri, Pariwisata Bahari, Ekspor ke Singapura, Konektivitas Sumatera, Peningkatan PAD


0Comments