TSMlBUr7GfOlGSG8TpC0TSd9
Light Dark
Kenaikan BBM Picu Lonjakan Harga Material Konstruksi di Kerinci, Sopir Dump Truk dan Warga Keluhkan Beban Berat

Kenaikan BBM Picu Lonjakan Harga Material Konstruksi di Kerinci, Sopir Dump Truk dan Warga Keluhkan Beban Berat

Kenaikan BBM Picu Lonjakan Harga Material Konstruksi di Kerinci, Sopir Dump Truk dan Warga Keluhkan Beban Berat
Table of contents
×


PORTALBUANA.ASIA, KERINCI – Kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) kini mulai dirasakan secara nyata oleh masyarakat Kabupaten Kerinci, khususnya pada sektor konstruksi dan pembangunan. Tidak hanya berdampak pada transportasi, lonjakan harga BBM turut memicu kenaikan signifikan harga material bangunan seperti pasir, batu, koral, dan tanah urug.

Kondisi ini diungkapkan langsung oleh para sopir dump truk yang setiap hari mengangkut material konstruksi ke berbagai wilayah di Kabupaten Kerinci. Mereka mengaku biaya operasional kendaraan meningkat drastis sejak harga BBM naik, sehingga ongkos angkut pun terpaksa ikut disesuaikan.

Salah seorang sopir dump truk menjelaskan bahwa kenaikan BBM menjadi beban besar bagi para pengemudi angkutan material. Mulai dari biaya solar, perawatan kendaraan, hingga kebutuhan operasional harian mengalami peningkatan yang cukup tajam.

“Kami sebagai sopir sangat merasakan dampaknya. BBM naik, otomatis biaya jalan juga naik. Mau tidak mau, ongkos angkut ikut naik, dan itu berpengaruh langsung ke harga material di lapangan,” ujarnya.

Menurutnya, kenaikan ongkos transportasi menjadi salah satu penyebab utama melonjaknya harga material konstruksi yang kini bahkan mencapai 50 hingga 60 persen dibanding sebelumnya. Situasi ini membuat banyak proyek pembangunan, baik rumah pribadi, usaha swasta, maupun pembangunan lainnya menjadi tersendat.

Tidak sedikit masyarakat yang akhirnya menunda pembangunan karena biaya yang semakin tinggi. Para pelaku usaha kecil di bidang bangunan juga ikut merasakan dampak karena daya beli masyarakat menurun akibat harga material yang terus merangkak naik.

Warga berharap Pemerintah Kabupaten Kerinci bersama DPRD dapat segera mengambil langkah nyata untuk mengatasi persoalan tersebut. Mereka meminta adanya perhatian serius terhadap stabilitas harga material serta solusi konkret agar dampak kenaikan BBM tidak terus membebani masyarakat.

Menurut warga, jika kondisi ini terus dibiarkan tanpa kebijakan yang tepat, maka bukan hanya sektor konstruksi yang terdampak, tetapi juga pertumbuhan ekonomi daerah secara keseluruhan dapat melambat.

Masyarakat berharap pemerintah dapat menghadirkan kebijakan yang berpihak kepada rakyat, khususnya dalam menjaga kestabilan harga dan kelancaran distribusi material konstruksi, sehingga pembangunan di Kabupaten Kerinci tetap berjalan dan tidak terhambat oleh tingginya biaya operasional.

Jika tidak segera diantisipasi, lonjakan harga ini dikhawatirkan akan membawa dampak lebih luas terhadap pembangunan infrastruktur, investasi daerah, serta kesejahteraan masyarakat di Kabupaten Kerinci. WN

0Comments