TSMlBUr7GfOlGSG8TpC0TSd9
Light Dark
Kabut Asap Melanda Sungai Penuh, Hardizal Dorong Pemeriksaan Kesehatan Gratis dan Pembelajaran Daring

Kabut Asap Melanda Sungai Penuh, Hardizal Dorong Pemeriksaan Kesehatan Gratis dan Pembelajaran Daring

Kabut Asap Melanda Sungai Penuh, Hardizal Dorong Pemeriksaan Kesehatan Gratis dan Pembelajaran Daring
Table of contents
×


PORTALBUANA.ASIA, SUNGAI PENUH — Kabut asap yang menyelimuti Kota Sungai Penuh menjadi perhatian serius karena berpotensi mengganggu kesehatan masyarakat. Kondisi tersebut diduga berkaitan dengan aktivitas pembakaran hutan dan lahan di sejumlah wilayah.

Paparan asap dalam waktu yang cukup lama dapat meningkatkan risiko gangguan pernapasan, termasuk Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA). Keluhan yang dapat muncul antara lain batuk, pilek, sakit tenggorokan, sesak napas hingga memperburuk kondisi warga yang sebelumnya memiliki gangguan pernapasan.

Kelompok rentan seperti anak-anak, lanjut usia, ibu hamil, serta masyarakat yang memiliki riwayat penyakit pernapasan perlu mendapat perhatian khusus.

Menanggapi kondisi tersebut, Wakil Ketua DPRD Kota Sungai Penuh, Hardizal, S.Sos., M.H., mendorong Pemerintah Kota Sungai Penuh segera mengambil langkah konkret untuk melindungi kesehatan masyarakat.

Hardizal meminta pemerintah menghadirkan layanan pemeriksaan kesehatan gratis di desa-desa melalui puskesmas di masing-masing kecamatan. Menurutnya, pelayanan langsung tersebut akan memudahkan masyarakat mendapatkan pemeriksaan apabila mengalami keluhan akibat paparan kabut asap.

“Pemerintah harus hadir dan peduli terhadap kondisi masyarakat yang terdampak kabut asap. ISPA rentan menyerang masyarakat, khususnya anak-anak dan kelompok rentan lainnya. Saya mendorong agar pemeriksaan kesehatan gratis dilakukan hingga ke desa-desa melalui puskesmas di setiap kecamatan,” ujar Hardizal.

Selain sektor kesehatan, Hardizal turut meminta pemerintah memperhatikan kondisi para pelajar. Apabila kualitas udara memburuk, pemerintah dinilai perlu mempertimbangkan penerapan pembelajaran secara daring untuk mengurangi risiko paparan asap terhadap siswa.

“Kesehatan dan keselamatan anak-anak harus menjadi prioritas. Jika kondisi kabut asap semakin parah dan kualitas udara tidak sehat, pemerintah perlu mempertimbangkan pembelajaran daring agar siswa tidak terus-menerus terpapar udara yang dapat mengganggu kesehatan,” ungkapnya.

Hardizal juga mengimbau masyarakat agar menggunakan masker ketika beraktivitas di luar rumah, terutama saat kabut asap semakin pekat. Ia meminta warga memberikan perhatian lebih kepada anak-anak, lansia, ibu hamil, serta masyarakat yang memiliki kerentanan terhadap gangguan pernapasan.

“Lindungi kesehatan diri dan keluarga. Gunakan masker saat berada di luar rumah dan segera periksa ke fasilitas kesehatan apabila mengalami keluhan seperti batuk, sesak napas atau gangguan pernapasan lainnya,” imbaunya.

Lebih lanjut, Hardizal mendorong Pemerintah Kota Sungai Penuh memperkuat koordinasi antara Dinas Kesehatan, Dinas Pendidikan, puskesmas dan instansi terkait untuk menentukan langkah penanganan yang cepat dan tepat.

Menurutnya, penanganan dampak kabut asap tidak cukup hanya dengan memberikan imbauan kepada masyarakat. Pemerintah perlu memastikan adanya tindakan nyata, mulai dari pemeriksaan kesehatan gratis, pelayanan langsung di desa-desa hingga perlindungan terhadap peserta didik.

Hardizal menegaskan, keselamatan dan kesehatan masyarakat harus menjadi perhatian utama selama kondisi kabut asap masih terjadi, terutama bagi kelompok yang paling rentan terhadap gangguan kesehatan akibat paparan asap.

0Comments