PORTALBUANA.ASIA, SUNGAI PENUH – Pentingnya menyaring informasi sebelum membagikannya kembali di media sosial menjadi perhatian bersama guna mencegah penyebaran disinformasi yang berpotensi menyesatkan masyarakat.
Pemilik akun Facebook dan TikTok atas nama Goma Aulia menyampaikan permohonan maaf kepada pihak Kodim 0417/Kerinci atas unggahan video yang berkaitan dengan aktivitas Penambangan Emas Tanpa Izin (PETI) di kawasan Taman Nasional Kerinci Seblat (TNKS).
Video tersebut menampilkan kegiatan patroli gabungan yang dilaksanakan oleh personel Kodim 0417/Kerinci bersama pihak TNKS dalam rangka penertiban aktivitas PETI di wilayah tersebut. Namun, unggahan video itu kemudian menimbulkan persepsi yang perlu diluruskan agar tidak berkembang menjadi informasi yang keliru di tengah masyarakat.
Dalam pernyataan permohonan maafnya, Goma Aulia menegaskan bahwa unggahan tersebut tidak bermaksud untuk menyudutkan institusi TNI, terlebih menimbulkan anggapan bahwa TNI membekingi atau terlibat dalam aktivitas penambangan emas tanpa izin di kawasan tersebut.
Ia mengakui bahwa unggahan video tersebut merupakan kelalaiannya dan menyampaikan permohonan maaf atas kekeliruan yang telah terjadi. Goma Aulia juga menegaskan bahwa permohonan maaf tersebut disampaikan secara sadar, tulus, dan tanpa adanya paksaan dari pihak mana pun.
Peristiwa ini menjadi pengingat bagi seluruh pengguna media sosial agar lebih bijak dan bertanggung jawab dalam menyebarkan informasi. Setiap konten yang diunggah hendaknya dipastikan kebenaran, konteks, dan sumbernya terlebih dahulu sehingga tidak menimbulkan kesalahpahaman maupun merugikan pihak lain.
STOP DISINFORMASI! Saring Sebelum Sharing. Mari bersama-sama membangun ruang digital yang sehat dengan mengedepankan prinsip tabayun, memeriksa fakta, serta tidak terburu-buru membagikan informasi yang belum terverifikasi.
Bijak bermedia sosial adalah tanggung jawab kita bersama.

0Comments