SOLOK SELATAN, Sekelompok warga nagari sungai kunyit mendapati kebocoran pipa land aplikasi (LA) kelapa sawit pada lingkungan PT KSI (KENCANA SAWIT INDONESIA) pada tanggal 31 agustus 2022, akibat dari kebocoran pipa Land Aplikasi (LA) itu mengalir ke rorak dan diduga menuju sungai terdekat.
Menurut perkiraan masyarakat kebocoran terjadi malam hari di tgl 30 agustus 2022, sementara warga nagari sungai kunyit baru mengetahui adanya kebocoran disiang harinya tgl 31 agustus 2022 diperkirakan kurang lebih pada jam 11.00 wib.
Sebelumnya masyarakat sungai kunyit telah melaporkan kebocoran pipa itu pada dinas lingkungan hidup solok selatan, sehingga tim dari dinas lingkungan hidup solok selatan langsung turun kelapangan pada tanggal 1 september untuk menindaklanjuti laporan masyarakat dan mengambil sample
Pada sungai yang diduga tercemar dan lokasi lokasi lain yang dialiri limbah tersebut.
Terpisah awak media mengkomfirmasikan juga kepada salah satu humas PT KSI, bapak arfa menerangkan dan membenarkan adanya kejadian tersebut. Tapi beliau juga menjelaskan kejadian itu dipicu hilangnya sambungan pipa pada rorak dan diduga ada unsur sabotase dari oknum yang tak bertanggung jawab terhadap perusahaan kemudian pihak perusahaan telah membuat laporan pengaduan ke kepolisian tentang hilangnya sambungan pipa itu yang menyebabkan bocornya Land Aplikasi.
Jumat 2 des 2022 pihak masyarakat dan pihak perusahaan PT KSI sepakat akan melakukan pertemuan kembali dengan didampingi mediator dan pihak verifikasi dalam hal ini Instansi Lingkungan Hidup terkait, dan melibatkan stakeholder terkait, yaitu pemerintah nagari.
Dalam kesepakatan itu yang diketengahi oleh dinas terkait dinas lingkungan hidup yang dihadiri oleh kadis LHK bpk wirnoveri. ST, ketua bamus, ketua pemuda nagari, ketua kerapatan adat nagari (mewakili), juga sekretaris nagari kenarian sungai kunyit, sampai berita ini diturunkan kedua belah pihak menunggu hasil mediasi tersebut.(CR)


0Comments