TSMlBUr7GfOlGSG8TpC0TSd9
Light Dark
Viral !!! Digerebek Warga di Salah Satu Loket Travel, Dua Sejoli  Klarifikasi dan Sepakat Menikah

Viral !!! Digerebek Warga di Salah Satu Loket Travel, Dua Sejoli Klarifikasi dan Sepakat Menikah

Viral !!! Digerebek Warga di Salah Satu Loket Travel, Dua Sejoli Klarifikasi dan Sepakat Menikah
Table of contents
×



PORTALBUANA.ASIA, SUNGAI PENUH – Peristiwa penggerebekan terhadap dua sejoli yang diduga melakukan perbuatan asusila di salah satu loket travel Lingkungan Satu, Kelurahan Sungai Penuh, Kota Sungai Penuh, berakhir dengan mediasi secara kekeluargaan di Polsek Kota Sungai Penuh.


Mediasi tersebut turut dihadiri oleh tokoh masyarakat setempat serta Lurah Sungai Penuh guna memastikan penyelesaian berlangsung kondusif dan tidak menimbulkan gejolak lanjutan di tengah masyarakat.


Berdasarkan hasil musyawarah bersama, tokoh masyarakat mengambil keputusan bahwa kedua sejoli tersebut akan segera dinikahkan menurut syariat Islam dalam waktu dekat. Kesepakatan itu diambil sebagai langkah untuk meredam keresahan warga sekaligus menghindari prasangka berkepanjangan di lingkungan tempat tinggal mereka.


Peristiwa bermula ketika warga mencurigai aktivitas di dalam loket yang dalam kondisi pintu rolling tertutup dan terkunci dari dalam. Saat itu, Bima bersama calon istrinya berada di dalam loket tempat calon istrinya bekerja. Kondisi pintu yang tertutup rapat memicu kecurigaan warga, terlebih situasi masih dalam suasana bulan Ramadan.


Karena merasa curiga, sejumlah warga kemudian beramai-ramai mendatangi lokasi dan menggedor pintu rolling tersebut. Situasi sempat memanas karena massa terus bertambah. Demi menghindari hal-hal yang tidak diinginkan, pihak kepolisian segera datang ke lokasi dan mengamankan keduanya ke kantor Polsek Kota Sungai Penuh untuk dimintai keterangan.


Bima memberikan penjelasan atas kejadian yang menimpanya. Ia menegaskan bahwa dirinya tidak melakukan perbuatan asusila sebagaimana yang dituduhkan warga.


“Pada saat itu saya berada di loket bersama calon istri saya. Kami memang sudah berencana menikah setelah Lebaran. Pintu saya kunci calon istri saya hendak makan karena tidak berpuasa, demi menghargai umat Islam yang sedang berpuasa. Belum sampai tiga menit, pintu sudah digedor warga. Saya sempat ingin membuka, namun dilarang calon istri saya karena takut terjadi amuk massa. Demi Allah, saya tidak melakukan perbuatan mesum. Saya akui kesalahan saya hanya menutup pintu rolling,” jelas Bima.


Ia juga mengungkapkan bahwa rencana pernikahan yang semula dijadwalkan usai Lebaran terpaksa dipercepat demi meredam isu dan menghilangkan prasangka buruk di tengah masyarakat.


“Memang mungkin ini sudah apes bagi saya, Niat hati ingin menikah lepas Lebaran, namun demi menjaga nama baik dan menghindari fitnah, kami siap menikah dalam waktu dekat,” tambahnya.


Bima kembali menegaskan bantahannya atas tudingan yang beredar di tengah masyarakat.


“Sekali lagi saya tekankan bahwa saya tidak ada berbuat asusila seperti yang disangkakan terhadap diri saya. Saya berharap masyarakat bisa lebih bijak dalam menggunakan media sosial, jangan mudah menyebarkan informasi yang belum tentu benar. Dampaknya sangat besar bagi nama baik dan masa depan seseorang,” tegasnya.


Bima juga berharap masyarakat dapat menerima penjelasan yang telah ia sampaikan dan tidak lagi berspekulasi.


“Saya berharap kepada masyarakat agar tidak lagi berprasangka buruk terhadap kami. Kami sudah menjelaskan yang sebenarnya dan siap bertanggung jawab,” ujarnya.


Sementara itu, Lurah Sungai Penuh Rendra Susanto membenarkan bahwa situasi saat kejadian sudah dipadati warga. Demi menjaga keamanan dan menghindari potensi keributan, kedua sejoli tersebut dibawa ke Polsek untuk dilakukan mediasi secara terbuka dan disaksikan tokoh masyarakat.


“Pada saat kejadian, massa sudah ramai. Demi keamanan bersama, keduanya dibawa ke Polsek. Setelah dilakukan mediasi, disepakati bahwa mereka akan segera menikah dalam waktu dekat. Memang benar sebelumnya mereka sudah berencana menikah setelah Lebaran,” ujar Rendra Susanto 


Ia juga mengimbau masyarakat agar tetap menjaga ketertiban dan tidak mudah terprovokasi oleh dugaan yang belum tentu benar.


“Kami berharap masyarakat tetap tenang dan mengedepankan musyawarah dalam setiap persoalan. Jangan sampai terjadi tindakan yang bisa merugikan semua pihak. Mari kita jaga kondusifitas lingkungan dan saling menghormati, apalagi di bulan Ramadan ini,” tutupnya.


Dengan adanya kesepakatan tersebut, situasi di lingkungan setempat kini telah kembali kondusif. Tokoh masyarakat berharap kejadian serupa tidak kembali terjadi dan mengimbau warga agar tetap mengedepankan penyelesaian secara bijak dan kekeluargaan.

0Comments