SUNGAI PENUH. Inflasi kenaikan BBM berdampak merosotnya penghasilan masyarakat kota sungai penuh kurang mampu yang hanya berpenghasilan sebagai tukang ojek, pemerintahan provinsi Jambi dan kota sungai penuh turut peduli telah menyalurkan Bantuan untuk masyarakat yang berpenghasilan sebagai tukang ojek.
Adapun bantuan yang di salurkan untuk masyarakat yang berpenghasilan ojek melalui dinas perhubungan telah terealisasi, dapat di nikmati masyarakat yang berpenghasilan ojek.
Kabid manajemen lalulintas dinas perhubungan Ahmad Fauzi saat di hubungi menjelaskan "inflasi dari kenaikan BBM berdampak merosotnya perekonomian masyarakat kurang mampu yang hanya berpenghasilan ojek, pemerintahan provinsi Jambi dan pemerintahan kota sungai penuh menyalurkan bantuan yang telah terealisasi.
Adapun bantuan dari pemerintahan provinsi Jambi sebesar 300.000, langsung di terima melalui kantor pos. Sementara bantuan dari pemerintahan kota sungai penuh sebesar 900.000, kami sudah transfer ke rekening penerima.
Jumlah keseluruhan tukang ojek yang telah terdata dan dan telah menerima bantuan dari provinsi dan kota sungai penuh sebanyak seribu empat ratus delapan puluh dua orang. " Ujar Ahmad Fauzi.
Selanjutnya Ahmad Fauzi mengatakan" untuk bantuan provinsi sebanyak 805 orang sebesar 300 ribu, kami merasa kurang mencukupi yang mereka terima, saya pun mengusulkan ke bapak walikota Ahmadi Zubir untuk di masukan ke penerima bantuan dari kota. Agar sama rata nilai yang mereka terima 900 ribu, mereka yang telah menerima bantuan dari provinsi menerima bantuan dari kota sebesar 600.000.
Mereka yang tidak menerima bantuan dari provinsi, menerima bantuan dari kota sungai penuh sebesar 900.000 langsung di transfer ke rekening BANK 9 Jambi. Sementara untuk bantuan provinsi mereka langsung mengambil ke kantor pos. " Ujar Ahmad Fauzi.
Lebih lanjut Ahmad Fauzi menjelaskan" terkait pemberitaan dari salah satu media yang mengatakan saya minta beli rokok kepada tukang ojek, itu semua tidak benar. Mereka mungkin hanya mencari kesalahan.
Saya tidak pernah meminta beli rokok kepada mereka yang telah menerima, dana tersebut langsung di transfer ke rekening BANK 9 Jambi dan kantor pos.
Kalau ingin tau kebenaran nya silahkan datang ke kantor saya bisa jelaskan kronologis dari pemberitaan dari salah satu media yang telah menuding saya meminta beli rokok. Yang jelas semua apa yang di sampaikan di media itu tidak benar.
Saya sudah berusaha untuk membantu masyarakat yang berpenghasilan ojek untuk bisa menerima bantuan dari kota dan provinsi. Kalau di ikuti semua persyaratan mungkin tidak seberapa yang bisa menerima. " Tutup Kabid manajemen lalulintas dan angkutan jalan raya Ahmad Fauzi. ( FC)
