TSMlBUr7GfOlGSG8TpC0TSd9
Light Dark
HUT ke-53 PDI-P: Sikap Acuh Anggota DPRD Damrat Tuai Sorotan Pengurus DPC Kota Sungai Penuh

HUT ke-53 PDI-P: Sikap Acuh Anggota DPRD Damrat Tuai Sorotan Pengurus DPC Kota Sungai Penuh

HUT ke-53 PDI-P: Sikap Acuh Anggota DPRD Damrat Tuai Sorotan Pengurus DPC Kota Sungai Penuh
Table of contents
×



PORTALBUANA.ASIA, SUNGAI PENUH — Hari ini, Sabtu 10 Januari 2026, Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDI-P) resmi memasuki usia ke-53 tahun. Momen bersejarah ini menjadi ajang refleksi dan kebanggaan bagi seluruh kader serta simpatisan PDI-P, baik di tingkat pusat maupun daerah. Ucapan selamat dan ungkapan syukur mengalir deras melalui berbagai platform media sosial, menunjukkan antusiasme dan solidaritas kader yang tetap teguh menjaga marwah partai.


Namun, di tengah euforia peringatan tersebut, muncul sorotan sikap salah satu anggota DPRD Kota Sungai Penuh dari Fraksi PDI-P, Damrat. Hingga kini, tidak terlihat adanya ucapan atau bentuk apresiasi dari Damrat, baik melalui grup WhatsApp kader maupun akun media sosial pribadinya. Hal ini memicu penilaian dari sejumlah kader yang menilai sikap tersebut sebagai bentuk ketidakpedulian terhadap hari besar partai.


Wakil Ketua Bidang Baguna, Kesehatan, Perempuan dan Anak DPC PDI-P Kota Sungai Penuh, Firmansyah, angkat bicara dan menyampaikan kekecewaannya. Ia menilai sikap Damrat tidak mencerminkan rasa tanggung jawab moral seorang kader, terlebih sebagai pejabat publik yang membawa nama PDI-P di lembaga legislatif.


“Kami sangat menyayangkan sikap pak Damrat yang terkesan mengabaikan momentum penting ini. Sebagai kader, apalagi anggota DPRD, sudah sewajarnya ia menunjukkan kepedulian dan penghormatan pada hari ulang tahun partai. Ini bukan sekadar seremonial, tetapi bentuk komitmen terhadap jati diri dan perjuangan PDI-P.”

Firmansyah menegaskan bahwa HUT PDI-P bukan hanya agenda rutin tahunan, melainkan momen evaluasi dan konsolidasi ideologi. Menurutnya, setiap kader wajib memperlihatkan sikap yang sejalan dengan nilai-nilai perjuangan partai, termasuk menunjukkan rasa memiliki dan kebanggaan terhadap sejarah panjang PDI-P.


“Partai ini berdiri dengan penuh pengorbanan, darah, dan air mata. Tumbuh besar karena solidaritas dan kebersamaan. Maka ketika ada kader yang tidak menunjukkan penghargaan pada ulang tahun partai, itu menjadi tanda tanya besar,” lanjutnya. “Kita tidak menuntut sesuatu yang berlebihan. Hanya sekadar ucapan selamat atau bentuk penghormatan sederhana sudah cukup menunjukkan bahwa ia hadir dan peduli.”


Ia juga menambahkan bahwa sikap-sikap seperti ini berpotensi menurunkan kepercayaan publik terhadap kader itu sendiri. “Masyarakat menilai dari tindakan kecil. Kalau pada hal sederhana saja tidak peduli, bagaimana dengan tanggung jawab besar terhadap rakyat?” tegas Firmansyah.


Firmansyah berharap Damrat dapat memberikan klarifikasi atas sikapnya. Ia menekankan bahwa PDI-P selalu mengedepankan ruang dialog dan pembinaan bagi seluruh kader. “Kami berharap saudara Damrat dapat menjelaskan. Kita ini keluarga besar, dan partai selalu membuka ruang untuk berdiskusi. Yang kita jaga bukan hanya nama baik partai, tetapi kesolidan kita bersama.”


Peringatan HUT PDI-P ke-53 ini kembali menjadi pengingat bahwa setiap kader memiliki tanggung jawab moral untuk menjaga kehormatan partai dan menguatkan persaudaraan internal di tengah dinamika politik yang terus berkembang.


0Comments