TSMlBUr7GfOlGSG8TpC0TSd9
Light Dark
Perawatan Jalan Dini Hari Tanpa Plang, Publik Pertanyakan Skala Prioritas dan Transparansi

Perawatan Jalan Dini Hari Tanpa Plang, Publik Pertanyakan Skala Prioritas dan Transparansi

Table of contents
×

Bathin Solapan, —Kegiatan perawatan jalan yang dilakukan pada dini hari sekitar pukul 02.00 WIB, tanggal 7 Januari 2026, di Jalan Pahlawan, Balai Makam, Kecamatan Bathin Solapan, memicu tanda tanya besar di tengah masyarakat. Pasalnya, pekerjaan tersebut justru menyasar ruas Jalan Datuk yang masih tergolong layak, sementara jalan rusak parah menuju Kantor Desa Balai Makam terabaikan.


Hasil Pantauan Awak Media di lapangan menunjukkan kondisi Jalan Datuk relatif masih baik. Permukaan aspal belum mengalami kerusakan signifikan, tidak berlubang, dan masih aman dilalui kendaraan roda dua maupun roda empat. Namun secara ironis, akses utama masyarakat menuju kantor desa  yang seharusnya menjadi prioritas pelayanan publik — justru dalam kondisi rusak berat, bergelombang, dan hancur di beberapa titik.


Kondisi ini memunculkan dugaan kuat bahwa perencanaan perawatan jalan tidak berbasis kebutuhan riil masyarakat, melainkan diduga hanya berorientasi pada pelaksanaan anggaran semata.
Tanpa Papan Proyek, Transparansi Dipertanyakan


Yang semakin memperkuat kecurigaan publik, tidak ditemukan papan plang kegiatan di lokasi pekerjaan. Tidak ada keterangan mengenai:
 #.Sumber anggaran
 #.Nilai proyek
 #.Pelaksana kegiatan
 #.Konsultan pengawas
 #.Waktu pelaksanaan


Padahal, keberadaan papan informasi proyek merupakan kewajiban mutlak dalam setiap pekerjaan infrastruktur yang menggunakan dana negara. Ketiadaan plang proyek berpotensi melanggar prinsip transparansi, akuntabilitas, dan keterbukaan informasi publik.


“Kalau proyek resmi, kenapa dikerjakan diam-diam tengah malam dan tanpa plang? Ini uang negara, bukan uang pribadi,” ungkap salah seorang warga dengan nada kesal.
Pekerjaan Dini Hari, Menghindari Pengawasan?


Pelaksanaan pekerjaan pada waktu dini hari juga menjadi sorotan tajam. Selain minimnya aktivitas warga yang dapat melakukan pengawasan sosial, pekerjaan malam hari rawan luput dari kontrol kualitas, baik oleh konsultan pengawas maupun dinas teknis terkait.


Publik mempertanyakan, apakah pelaksanaan dini hari ini murni pertimbangan teknis, atau justru upaya meminimalisir perhatian dan pengawasan publik.
Jalan Rusak Parah Dibiarkan Bertahun-tahun


Sementara itu, jalan menuju Kantor Desa Balai Makam yang mengalami kerusakan parah disebut warga telah lama dikeluhkan. Jalan tersebut merupakan akses vital masyarakat untuk pengurusan administrasi, pelayanan sosial, dan kegiatan pemerintahan desa.

“Setiap hari kami lewat jalan rusak, tapi yang diperbaiki malah jalan yang masih bagus. Ini logika pembangunan macam apa?” keluh warga lainnya.


Publik menilai, jika pola seperti ini terus dibiarkan, maka pembangunan infrastruktur berpotensi menjadi ajang pemborosan anggaran, bukan solusi atas kebutuhan masyarakat.


Hingga berita ini diterbitkan, belum ada penjelasan resmi dari pihak terkait mengenai alasan pemilihan ruas Jalan Pahlawan sebagai prioritas perawatan, serta ketiadaan papan informasi proyek di lokasi pekerjaan.(Sht)