PORTALBUANA.ASIA, SUNGAI PENUH – Pelaksanaan Seleksi Penerimaan Murid Baru (SPMB) Tahun Ajaran 2026/2027 di SMA Negeri 2 Sungai Penuh memicu polemik di tengah masyarakat. Sebanyak 14 calon siswa asal Kecamatan Pondok Tinggi dinyatakan tidak lolos seleksi, sehingga menimbulkan kekecewaan dan memunculkan berbagai pertanyaan dari masyarakat terkait mekanisme penerimaan yang diterapkan.
Sebagaimana diketahui, pada tahun ajaran 2026/2027 pemerintah resmi menerapkan sistem Seleksi Penerimaan Murid Baru (SPMB) sebagai penyempurnaan dari sistem Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB). Dalam pelaksanaannya, SPMB membuka empat jalur penerimaan, yakni Jalur Domisili yang menggantikan sistem zonasi, Jalur Afirmasi, Jalur Prestasi, dan Jalur Perpindahan Tugas Orang Tua.
Namun, pelaksanaan sistem tersebut di SMA Negeri 2 Sungai Penuh justru memunculkan polemik. Tidak diterimanya 14 calon siswa yang berdomisili di Kecamatan Pondok Tinggi membuat sejumlah elemen masyarakat mempertanyakan dasar penetapan hasil seleksi, khususnya pada jalur domisili.
Sebagai bentuk kepedulian terhadap persoalan tersebut, Camat Pondok Tinggi bersama Ketua Lembaga Adat Depati Payung Pondok Tinggi, para ninik mamak, tokoh masyarakat, serta Kepala Desa Sungai Jernih mendatangi SMA Negeri 2 Sungai Penuh. Kedatangan mereka bertujuan meminta penjelasan langsung dari pihak sekolah mengenai alasan tidak diterimanya para calon siswa tersebut.
Dalam pertemuan itu, salah seorang ninik mamak Pondok Tinggi, Heldi, menyampaikan bahwa berdasarkan penjelasan pihak sekolah, para calon siswa tidak diterima karena mengikuti ketentuan dalam sistem SPMB, khususnya pada jalur domisili yang telah ditetapkan.
Meski demikian, Heldi menilai penjelasan tersebut masih menyisakan tanda tanya di tengah masyarakat. Menurutnya, apabila dilihat dari aspek kewilayahan dan sejarah adat, SMA Negeri 2 Sungai Penuh berada di kawasan yang merupakan bagian dari wilayah adat Pondok Tinggi. Karena itu, masyarakat berharap anak-anak yang berasal dari wilayah tersebut juga memperoleh kesempatan yang lebih besar untuk mengenyam pendidikan di sekolah tersebut.
"Kalau berbicara soal wilayah, SMA Negeri 2 berada di wilayah adat Pondok Tinggi. Karena itu kami berharap anak-anak dari Pondok Tinggi juga mendapat kesempatan untuk bersekolah di SMA tersebut," ujar Heldi.
Ia berharap Pemerintah Provinsi Jambi melalui Dinas Pendidikan dapat memberikan solusi terbaik agar 14 calon siswa yang belum diterima tetap memperoleh kesempatan melanjutkan pendidikan di sekolah negeri tanpa mengabaikan ketentuan yang berlaku.
Sementara itu, Kepala SMA Negeri 2 Sungai Penuh, Sahdanur, menjelaskan bahwa proses penerimaan peserta didik baru dilaksanakan sesuai dengan petunjuk teknis Seleksi Penerimaan Murid Baru (SPMB) yang ditetapkan oleh Dinas Pendidikan Provinsi Jambi. Menurutnya, setiap jalur penerimaan memiliki ketentuan dan persyaratan yang wajib dipedomani oleh pihak sekolah.
Terkait belum diterimanya 14 calon siswa asal Pondok Tinggi, Sahdanur mengatakan pihak sekolah masih terus berkoordinasi dengan Dinas Pendidikan Provinsi Jambi untuk mencari solusi terbaik. Ia menegaskan, sekolah tidak dapat mengambil keputusan sendiri dan tetap menunggu arahan resmi dari dinas agar penyelesaian persoalan tersebut sesuai dengan aturan yang berlaku.
Sahdanur juga mengakui bahwa SMA Negeri 2 Sungai Penuh memang berada di kawasan wilayah adat Pondok Tinggi. Karena itu, pihak sekolah akan berupaya mengakomodasi aspirasi masyarakat apabila nantinya terdapat peluang sesuai ketentuan yang berlaku.
"Kami memahami aspirasi masyarakat karena memang sekolah ini berada di wilayah adat Pondok Tinggi. Kami akan mengupayakan solusi, dan apabila nantinya ada siswa yang mengundurkan diri sehingga terdapat kuota kosong, kami akan berkoordinasi kembali dengan Dinas Pendidikan Provinsi Jambi untuk menindaklanjutinya sesuai aturan yang berlaku," ujar Sahdanur.
Ia berharap seluruh pihak dapat bersabar menunggu keputusan dari Dinas Pendidikan Provinsi Jambi, sehingga persoalan ini dapat diselesaikan secara bijaksana tanpa menyalahi ketentuan dalam pelaksanaan SPMB.

0Comments