PORTALBUANA.ASIA, SUNGAI PENUH - Manajemen Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Mayjen H.A. Thalib (MHAT) Sungai Penuh menegaskan komitmennya untuk terus melakukan pembenahan di berbagai aspek pelayanan kesehatan. Salah satu fokus utama yang menjadi perhatian saat ini adalah peningkatan sistem pelayanan farmasi, khususnya terkait ketersediaan obat bagi pasien.
Direktur RSUD MHAT Sungai Penuh, dr. Rofi Irman, Sp.PD, saat dikonfirmasi awak media, Selasa (30/6/2026), mengakui masih terdapat sejumlah kekurangan yang perlu menjadi perhatian bersama. Ia menegaskan, pihak manajemen tidak menutup mata terhadap berbagai persoalan yang muncul dan berkomitmen melakukan evaluasi serta pembenahan secara berkelanjutan demi memberikan pelayanan yang lebih optimal kepada masyarakat.
"Kami menyadari masih ada beberapa kekurangan yang harus segera diperbaiki, termasuk terkait pelayanan obat. Kondisi ini menjadi perhatian serius bagi manajemen dan akan terus kami evaluasi agar pelayanan kepada masyarakat semakin baik dari waktu ke waktu," ujar dr. Rofi.
Menurutnya, keterbatasan anggaran menjadi salah satu faktor yang menyebabkan belum optimalnya pengadaan beberapa jenis obat tertentu, sehingga pada kondisi tertentu masih terjadi kekosongan stok. Meski demikian, pihak rumah sakit terus berupaya mencari solusi agar pelayanan kepada pasien tidak terganggu.
Sebagai langkah perbaikan, manajemen RSUD MHAT tengah menyiapkan mekanisme baru dalam pelayanan obat. Nantinya, apabila obat yang diresepkan dokter tidak tersedia di apotek rumah sakit, pihak manajemen akan mengupayakan pengadaan obat tersebut melalui apotek rekanan di luar rumah sakit. Dengan demikian, pasien maupun keluarga pasien tidak lagi dibebani untuk mencari dan membeli obat secara mandiri.
"Masukan dari rekan-rekan media menjadi perhatian dan evaluasi bagi kami. Ke depan, apabila terjadi kekosongan obat di apotek RSUD, kami akan berupaya agar pihak rumah sakit yang mengurus pembelian ke apotek luar. Kami ingin pelayanan kepada pasien semakin mudah, cepat, dan tidak memberatkan masyarakat," jelasnya.
Lebih lanjut, dr. Rofi menegaskan bahwa RSUD MHAT membuka ruang seluas-luasnya terhadap kritik, saran, maupun masukan yang bersifat konstruktif. Menurutnya, sinergi antara rumah sakit, masyarakat, dan insan pers sangat penting dalam mendorong peningkatan mutu pelayanan kesehatan.
"Kami mengajak seluruh insan pers di Kota Sungai Penuh dan Kabupaten Kerinci untuk terus menjadi mitra yang objektif dan konstruktif. Kritik dan masukan yang membangun sangat kami butuhkan sebagai bahan evaluasi agar pelayanan RSUD MHAT semakin profesional, transparan, akuntabel, dan berorientasi pada kepentingan masyarakat," tegasnya.
Sementara itu, berdasarkan hasil pemantauan awak media di instalasi farmasi RSUD MHAT selama kurang lebih 20 menit, proses pelayanan penyerahan obat kepada pasien berlangsung tertib dan lancar. Selama pemantauan tersebut, tidak ditemukan adanya kendala terkait pemenuhan obat pada resep yang sedang dilayani.
Kondisi tersebut menunjukkan adanya upaya nyata dari manajemen RSUD MHAT dalam meningkatkan sistem pelayanan dan ketersediaan obat. Meskipun demikian, pihak rumah sakit menegaskan akan terus melakukan evaluasi dan pembenahan secara berkesinambungan sebagai bagian dari komitmen memberikan pelayanan kesehatan yang semakin berkualitas, profesional, dan berorientasi pada kepuasan masyarakat.

0Comments