TSMlBUr7GfOlGSG8TpC0TSd9
Light Dark
Etika Tenaga Pengajar Dipertanyakan, Oknum Guru Diduga Terlibat Cekcok dengan Pemilik Kontrakan

Etika Tenaga Pengajar Dipertanyakan, Oknum Guru Diduga Terlibat Cekcok dengan Pemilik Kontrakan

Etika Tenaga Pengajar Dipertanyakan, Oknum Guru Diduga Terlibat Cekcok dengan Pemilik Kontrakan
Table of contents
×


PORTALBUANA.ASIA, SUNGAI PENUH —  Perselisihan antara penghuni rumah kontrakan dengan seorang oknum guru yang baru menempati rumah di kawasan depan Juz Kaila berujung cekcok. Persoalan tersebut diduga bermula dari masalah parkir sepeda motor di lahan kosong di samping rumah kontrakan.

Informasi yang dihimpun, seorang teman anak oknum guru memarkirkan sepeda motor di lahan kosong yang biasa digunakan penghuni kontrakan untuk memutar kendaraannya. Penghuni kontrakan kemudian meminta agar motor tersebut digeser ke bagian depan agar kendaraannya dapat berputar.

Penghuni rumah kontrakan menegaskan, dirinya tidak pernah melarang sepeda motor tersebut diparkir di lokasi itu. Ia hanya meminta agar posisi kendaraan disusun ke depan karena area tersebut biasa digunakannya untuk memutar motor.

“Seharusnya sebagai tenaga pengajar, sebelum marah atau mengambil tindakan, tanyakan dulu kebenarannya. Saya tidak melarang motor diparkir di sana, saya hanya meminta agar disusun ke depan supaya motor saya bisa berputar,” ungkap penghuni kontrakan.

Menurutnya, teguran tersebut kemudian memicu kedatangan oknum guru ke rumah kontrakan hingga terjadi adu mulut. Perselisihan semakin memanas setelah suami oknum guru, yang juga berprofesi sebagai guru, ikut terlibat dalam keributan dari jendela lantai dua.

“Yang tidak saya terima, suaminya yang juga seorang guru ikut ribut dan bahkan mengusir saya dari rumah kontrakan. Padahal rumah yang saya tempati bukan milik mereka. Bahkan saya juga diancam akan ditutup akses jalan yang selama ini sering saya lalui,” tegasnya.

Ia menyayangkan sikap kedua oknum yang berprofesi sebagai tenaga pengajar tersebut. Menurutnya, persoalan sederhana seharusnya dapat diselesaikan dengan komunikasi dan mencari tahu duduk persoalan terlebih dahulu, bukan justru berkembang menjadi pertengkaran.

Selain itu, penghuni kontrakan menyebut adanya pernyataan akan menutup akses jalan yang selama ini digunakannya untuk keluar masuk kendaraan. Ia menilai persoalan tersebut tidak semestinya berujung pada ancaman pengusiran, terlebih rumah yang ditempatinya bukan milik oknum guru tersebut.

Cekcok akhirnya berhasil diredam setelah suami pemilik rumah kontrakan berupaya menenangkan situasi agar perselisihan tidak semakin melebar.

Penghuni kontrakan berharap persoalan tersebut dapat diselesaikan secara kekeluargaan dan seluruh pihak menahan diri. Ia juga berharap profesi sebagai tenaga pengajar dapat menjadi pertimbangan untuk mengedepankan sikap bijak, komunikasi serta penyelesaian masalah secara damai.

0Comments