PORTALBUANA.ASIA, KERINCI, JAMBI – Balai Wilayah Sungai Sumatera (BWSS) terus memperkuat pengawasan terhadap pelaksanaan Program Percepatan Peningkatan Tata Guna Air Irigasi (P3-TGAI) di Kabupaten Kerinci dan Kota Sungai Penuh.
Pengawasan dilakukan secara intensif melalui Konsultan Manajemen Balai (KMB) bersama Tenaga Pendamping Masyarakat (TPM) dengan turun langsung ke sejumlah lokasi pelaksanaan kegiatan. Langkah tersebut dilakukan untuk memastikan setiap pekerjaan berjalan sesuai perencanaan, memenuhi standar kualitas, tepat sasaran, serta benar-benar memberikan manfaat bagi masyarakat petani.
Hingga saat ini, progres pekerjaan di sejumlah lokasi telah mencapai sekitar 70 persen. Salah satunya adalah pelaksanaan P3-TGAI Tahap I oleh Perkumpulan Petani Pemakai Air (P3A) Maju Bersama di kawasan persawahan Kecamatan Siulak, Kabupaten Kerinci.
Dalam kegiatan monitoring dan evaluasi (monev), tim KMB dan TPM melakukan pemeriksaan langsung terhadap kondisi fisik pekerjaan, termasuk pengukuran, kesesuaian ukuran dan konstruksi, kualitas material, serta perkembangan pekerjaan di lapangan.
KMB menyampaikan, pengawasan secara langsung merupakan bagian penting dalam memastikan program tidak hanya selesai secara administratif, tetapi juga menghasilkan infrastruktur irigasi yang berkualitas dan berfungsi secara optimal.
“Kami turun langsung ke lapangan untuk memastikan setiap pekerjaan P3-TGAI dilaksanakan sesuai perencanaan. Kami melihat kondisi saluran, melakukan pengukuran dan mencermati progres pekerjaan. Yang kami harapkan, hasil pembangunan ini benar-benar berkualitas dan memberikan manfaat bagi petani,” ungkap KMB.
Menurut KMB, keberhasilan program tidak cukup hanya diukur dari persentase penyelesaian pekerjaan. Hal yang lebih penting adalah memastikan infrastruktur yang dibangun mampu berfungsi dengan baik dan memberikan manfaat dalam jangka panjang bagi masyarakat.
Sementara itu, TPM yang turut mendampingi pelaksanaan monev menekankan pentingnya keterlibatan masyarakat, khususnya kelompok P3A, dalam mengawal proses pembangunan hingga tahap pemeliharaan jaringan irigasi.
“Kami bersama KMB terus melakukan pendampingan dan monitoring secara langsung. Harapannya, pembangunan irigasi ini dapat dikerjakan dengan baik, tepat sasaran dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat. Kami juga mengajak P3A dan masyarakat untuk bersama-sama menjaga serta merawat jaringan irigasi yang telah dibangun,” ujar TPM.
Tim KMB dan TPM juga menegaskan bahwa pengawasan bukan semata-mata untuk memastikan pekerjaan selesai, melainkan untuk menjaga agar setiap pembangunan memiliki kualitas dan manfaat yang dapat dirasakan petani secara berkelanjutan.
“Yang kami kawal bukan hanya bagaimana pekerjaan selesai, tetapi bagaimana hasil pembangunan tersebut benar-benar bisa dirasakan manfaatnya oleh petani. Karena irigasi yang baik menjadi bagian penting dalam mendukung peningkatan produksi pertanian dan kesejahteraan masyarakat,” tegas KMB dan TPM.
BWSS melalui tim lapangan terus memberikan perhatian terhadap kualitas pekerjaan pada setiap tahapan pelaksanaan. Monitoring dilakukan secara berkala agar kegiatan P3-TGAI tetap berjalan sesuai ketentuan, tepat mutu, tepat sasaran dan tepat manfaat.
Dengan pengawasan dan pendampingan yang dilakukan secara intensif, seluruh kegiatan P3-TGAI di Kabupaten Kerinci dan Kota Sungai Penuh diharapkan dapat diselesaikan sesuai target dan menghasilkan jaringan irigasi yang mampu memperlancar pengairan lahan pertanian.
Keberadaan jaringan irigasi yang baik diharapkan turut mendorong peningkatan produktivitas pertanian, memperkuat ketahanan pangan, serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat petani.
“Irigasi dibangun bukan sekadar menjadi bangunan fisik, tetapi harus menjadi infrastruktur yang hidup, bermanfaat dan terus dirasakan masyarakat petani,” demikian ungkapan tim KMB dan TPM saat melakukan monitoring langsung di lapangan. WN

0Comments