TSMlBUr7GfOlGSG8TpC0TSd9
Light Dark
Pembangunan Pasar Beringin Sungai Penuh Jadi Sorotan, Warga Pertanyakan Kualitas Pekerjaan

Pembangunan Pasar Beringin Sungai Penuh Jadi Sorotan, Warga Pertanyakan Kualitas Pekerjaan

Pembangunan Pasar Beringin Sungai Penuh Jadi Sorotan, Warga Pertanyakan Kualitas Pekerjaan
Table of contents
×


PORTALBUANA.ASIA, SUNGAI PENUH,  — Pembangunan Pasar Beringin Kota Sungai Penuh yang bersumber dari anggaran APBN dan menelan nilai puluhan miliar rupiah kembali menjadi sorotan masyarakat. Proyek yang sebelumnya ditargetkan selesai pada Agustus 2026 tersebut kini mendapat perpanjangan masa kontrak hingga 31 Oktober 2026.

Perpanjangan waktu pengerjaan disebut berkaitan dengan adanya perubahan dalam pelaksanaan proyek serta proses pengusulan penambahan anggaran. Kondisi tersebut kemudian memunculkan kekhawatiran masyarakat terhadap kualitas hasil pembangunan, terlebih waktu penyelesaian proyek semakin terbatas.

Sejumlah warga menilai percepatan pekerjaan di lapangan perlu mendapat perhatian serius. Mereka khawatir tekanan untuk mengejar target penyelesaian justru berpotensi mengorbankan mutu pekerjaan.

Sebelumnya, Wali Kota Sungai Penuh Alfin telah melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke lokasi pembangunan Pasar Beringin. Dalam kunjungan tersebut, Wali Kota menyebut berdasarkan informasi dari pihak pelaksana, progres pekerjaan telah mencapai sekitar 70 persen.

Namun, proyek tersebut menghadapi sejumlah kendala dan perubahan dalam pelaksanaannya, termasuk keterlambatan proses pengusulan penambahan anggaran. Kondisi itu menyebabkan target penyelesaian yang semula direncanakan pada akhir Agustus harus diperpanjang hingga Oktober 2026.

Wali Kota meminta pembangunan Pasar Beringin dapat diselesaikan sebelum peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) Kota Sungai Penuh yang dijadwalkan pada 8 November 2026.

Dengan masa kontrak yang kini berakhir pada 31 Oktober, publik menyoroti sisa waktu pengerjaan yang relatif terbatas. Masyarakat berharap percepatan pekerjaan tetap berjalan dengan memperhatikan standar teknis serta kualitas bangunan.

Salah seorang warga yang ditemui mengaku khawatir melihat sejumlah pekerjaan yang dinilai dilakukan terburu-buru.

“Yang kami khawatirkan jangan sampai karena mengejar target cepat selesai, kualitas pekerjaan justru diabaikan. Kalau memang ada pekerjaan yang dinilai cacat mutu, harus diperiksa dan diperbaiki sesuai standar,” ujarnya.

Masyarakat meminta pihak pelaksana bersama instansi terkait yang memiliki kewenangan pengawasan memastikan setiap tahapan pembangunan dilaksanakan sesuai spesifikasi teknis, gambar kerja, serta ketentuan dalam kontrak.

Terlebih, proyek tersebut menggunakan anggaran negara dengan nilai yang tidak sedikit. Karena itu, masyarakat berharap hasil pembangunan tidak hanya selesai tepat waktu, tetapi juga memenuhi aspek kualitas, keamanan, kenyamanan, dan memiliki daya tahan untuk digunakan dalam jangka panjang.

Sorotan masyarakat tersebut menjadi pengingat agar percepatan pembangunan Pasar Beringin tidak semata-mata berorientasi pada mengejar batas waktu penyelesaian. Pengawasan terhadap mutu pekerjaan dan akuntabilitas penggunaan anggaran publik juga dinilai harus menjadi perhatian utama hingga proyek benar-benar dinyatakan selesai dan dapat dimanfaatkan masyarakat.

0Comments