PORTALBUANA.ASIA, KERINCI – Warga Desa Koto Tengah Seleman, Kecamatan Danau Kerinci, Kabupaten Kerinci, kembali dihebohkan dengan penemuan sesosok mayat laki-laki di dalam sebuah rumah kontrakan pada Minggu (29/3/2026) sekitar pukul 15.00 WIB.
Korban diketahui bernama Mahmudi (47), seorang pedagang bakso yang merupakan perantau asal Kota Batu, Jawa Timur. Ia diketahui telah menetap seorang diri di desa tersebut selama kurang lebih sembilan bulan.
Peristiwa penemuan mayat ini pertama kali diketahui oleh dua warga setempat, Iswandi Hasim (50) dan Herman (44), yang datang ke rumah korban dengan maksud meminta sumbangan untuk kepentingan desa. Setibanya di lokasi, keduanya mendapati korban dalam kondisi terlentang di lantai bagian belakang rumah, tepatnya di dekat area tempat pencucian piring, dengan kondisi tubuh yang telah kaku.
Melihat kondisi tersebut, saksi segera memberitahukan warga sekitar dan melaporkan kejadian tersebut ke pihak Polsek Danau Kerinci. Aparat kepolisian yang menerima laporan langsung turun ke lokasi untuk melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP).
Dari hasil pemeriksaan awal di lokasi, petugas tidak menemukan adanya tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban maupun indikasi tindak pidana di sekitar TKP. Tidak ditemukan barang yang hilang, kerusakan pada bangunan rumah, maupun bercak darah yang mencurigakan.
Jenazah korban kemudian dievakuasi ke RSU Mayjen H.A. Thalib Sungai Penuh guna dilakukan visum luar. Berdasarkan hasil pemeriksaan medis oleh dokter, tidak ditemukan adanya tanda-tanda kekerasan fisik pada tubuh korban. Kondisi yang ditemukan hanya berupa lebam mayat dan kaku mayat yang merupakan proses alami pascakematian.
Informasi dari warga setempat menyebutkan, pada pagi hari sebelum ditemukan meninggal dunia, korban masih sempat beraktivitas membantu seorang warga bernama Buhari (52) dalam mengangkut padi sekitar pukul 08.00 WIB. Saat itu, korban mengaku dalam kondisi kelelahan.
Sehari-hari, korban diketahui bekerja sebagai pedagang bakso dan mie ayam yang berjualan hingga larut malam, bahkan sampai dini hari.
Pihak kepolisian juga telah menghubungi keluarga korban di Jawa Timur, yakni Anam Syaiful Ridho. Dari hasil komunikasi tersebut, pihak keluarga menyatakan menerima kejadian ini sebagai musibah dan tidak menginginkan dilakukan autopsi, serta tidak akan menempuh jalur hukum.
Selain itu, keluarga juga meminta bantuan agar proses pemakaman korban dapat difasilitasi di wilayah Sungai Penuh melalui koordinasi dengan komunitas keluarga Jawa setempat.
Saat ini, pihak kepolisian masih melakukan langkah-langkah lanjutan berupa pengumpulan keterangan saksi, pengamanan barang milik korban, serta koordinasi dengan pihak keluarga dan komunitas setempat untuk proses pemakaman.
Kepolisian mengimbau masyarakat untuk tetap tenang dan tidak berspekulasi berlebihan, mengingat hasil pemeriksaan sementara tidak menunjukkan adanya unsur tindak pidana dalam peristiwa tersebut.



0Comments