TSMlBUr7GfOlGSG8TpC0TSd9
Light Dark
Jelang Hari Raya, GNPK RI Soroti Lonjakan Harga Sembako di Pasar Sungai Penuh

Jelang Hari Raya, GNPK RI Soroti Lonjakan Harga Sembako di Pasar Sungai Penuh

Jelang Hari Raya, GNPK RI Soroti Lonjakan Harga Sembako di Pasar Sungai Penuh
Table of contents
×


PORTALBUANA.ASIA, SUNGAI PENUH — Menjelang perayaan Hari Raya, lonjakan harga sejumlah kebutuhan pokok di pasar tradisional Kota Sungai Penuh menjadi sorotan serius berbagai kalangan. Kenaikan harga yang terjadi dalam beberapa waktu terakhir dinilai semakin menekan daya beli masyarakat, terutama bagi kalangan ekonomi menengah ke bawah yang sangat bergantung pada stabilitas harga bahan pokok.

Fenomena kenaikan harga ini umumnya terjadi setiap menjelang hari besar keagamaan. Namun, kondisi tahun ini disebut lebih signifikan dibandingkan periode sebelumnya, sehingga memicu kekhawatiran di tengah masyarakat. Selain memengaruhi kebutuhan konsumsi rumah tangga, lonjakan harga juga berdampak pada pelaku usaha kecil yang bergantung pada bahan baku dari pasar tradisional.

Sorotan terhadap kondisi tersebut turut disampaikan oleh Sekretaris GNPK RI Kabupaten Kerinci–Kota Sungai Penuh. Ia menilai pemerintah daerah perlu mengambil langkah cepat dan konkret guna mengendalikan harga serta memastikan distribusi bahan pokok berjalan lancar di lapangan.

Berdasarkan pantauan dari berbagai unggahan masyarakat di media sosial, harga daging sapi di pasar tradisional dilaporkan telah mencapai kisaran Rp250 ribu per kilogram. Sementara itu, harga ayam potong berada di angka sekitar Rp80 ribu per ekor. Kenaikan ini dinilai cukup tinggi dan tidak sebanding dengan kemampuan daya beli sebagian masyarakat.

Tidak hanya itu, sejumlah komoditas lainnya juga dilaporkan mengalami kenaikan, meskipun dengan persentase yang bervariasi. Kondisi ini semakin menambah beban pengeluaran masyarakat, terutama menjelang momentum Hari Raya yang identik dengan meningkatnya kebutuhan konsumsi.

Selain harga bahan pangan, biaya pendukung aktivitas masyarakat di kawasan pasar juga mengalami peningkatan. Tarif parkir sepeda motor di beberapa titik dilaporkan mencapai Rp10 ribu, jauh di atas tarif normal. Di sisi lain, harga gas elpiji ukuran tertentu juga disebut telah menyentuh kisaran Rp40 ribu per tabung, yang turut memengaruhi biaya rumah tangga sehari-hari.

Sekretaris GNPK RI Kerinci–Sungai Penuh, Kusnadi, menegaskan bahwa kondisi ini tidak bisa dibiarkan berlarut-larut tanpa adanya intervensi dari pemerintah.

“Kenaikan harga kebutuhan pokok yang cukup signifikan ini sangat dirasakan masyarakat kecil. Pemerintah daerah harus hadir untuk memastikan distribusi berjalan lancar dan tidak ada praktik yang merugikan masyarakat. Pengawasan terhadap harga di tingkat pedagang juga perlu diperketat,” ujarnya.

Ia juga menekankan pentingnya koordinasi antara pemerintah daerah, dinas terkait, serta aparat pengawas untuk menjaga stabilitas harga dan mencegah potensi penimbunan barang yang dapat memicu kelangkaan di pasaran.

Menurutnya, stabilitas harga bahan pokok merupakan salah satu indikator penting dalam menjaga kesejahteraan masyarakat. Terlebih pada momen keagamaan seperti Hari Raya, kebutuhan masyarakat meningkat secara signifikan, sehingga lonjakan harga berpotensi menimbulkan keresahan sosial.

Masyarakat berharap pemerintah daerah segera mengambil langkah konkret, seperti melakukan operasi pasar, pengendalian distribusi, serta memastikan ketersediaan stok bahan pokok tetap aman hingga Hari Raya tiba. Selain itu, penertiban tarif parkir dan pengawasan harga gas elpiji juga dinilai perlu menjadi perhatian serius.

Sejumlah warga juga mengharapkan adanya transparansi informasi terkait penyebab kenaikan harga, sehingga masyarakat tidak hanya menjadi pihak yang terdampak tanpa mengetahui faktor yang melatarbelakanginya.

Hingga berita ini diterbitkan, belum terdapat keterangan resmi dari dinas terkait mengenai penyebab pasti lonjakan harga sejumlah kebutuhan pokok tersebut. Pemerintah daerah diharapkan segera memberikan penjelasan sekaligus solusi guna meredam keresahan masyarakat menjelang Hari Raya.

0Comments