Tak Bayar Gaji, 16 Pekerja Konstruksi Ancam Demo di PT Polagrob
PT Kwang Fai Dinilai Main-mainkan Hak Pekerja di Nongsa, Batam
📍 Industrial Estate, Jl. Patimura, Kabil, Nongsa, Batam | 🗓️ Senin, 6 April 2026 | ⚠️ Status: Ancaman Aksi Demo & Tunggakan Gaji
BATAM – Sebanyak 16 orang pekerja konstruksi di proyek PT Kwang Fai (subkontraktor PT Polagrob) yang berlokasi di Industrial Estate, Jl. Patimura, Kabil, Kecamatan Nongsa, Kota Batam, kini berada di ambang batas kesabaran. Tidak adanya pembayaran upah sejak hari Jumat lalu memaksa mereka menggalang solidaritas bersama Komite Masyarakat Peduli Keadilan (KMPK) dan mengancam akan turun ke jalan melakukan aksi demo besar-besaran jika hak mereka tidak segera dipenuhi.
📢 KMPK: "Jangan Permainkan Rakyat Batam!"
Sandi Jambak, Koordinator KMPK, saat ditemui di Kedai Kopi Pungur pada Senin (6/4/2026), menyatakan sikap tegasnya. Ia menyayangkan tingkah laku pemberi pekerjaan yang dianggap tidak memanusiakan pekerja.
"Kita sangat sayangkan tingkah dari pemberi pekerjaan yaitu PT Kwang Fai. Jangan suka mereka sudah numpang cari makan di Batam, tapi hak para masyarakat Batam dipermainkan. Kita akan perjuangkan hak para pekerja!"
Sandi menjelaskan bahwa ia turut serta dalam perundingan sebelumnya. Menurutnya, meskipun janji pembayaran sudah diparaf oleh Supervisor (Pak Edi) untuk diteruskan ke bagian keuangan (Pak Sule), realisasinya nihil. "Ujung tunggu, punya tunggu, dipermainkan saja para pekerja. Apalagi sejak Jumat tidak ada uang dari perusahaan, makan pekerja sudah terancam," tegasnya. KMPK berencana memasukkan surat pemberitahuan aksi demo besok sebagai langkah terakhir.
🔄 Oper Bola Tanggung Jawab: Dari Pak Edi ke Pak Sule
Heru, koordinator lapangan pekerja, menceritakan penderitaan rekan-rekannya saat dihubungi awak media. Sejak Jumat sore, mereka hanya diberi janji kosong yang berujung pada saling lempar tanggung jawab antar oknum perusahaan.
🗓️ Jumat Sore: Janji pembayaran upah diberikan.
👤 Alur: Pekerja ➔ Supervisor (Pak Edi) ➔ Keuangan (Pak Sule).
💬 Respon Pak Sule (ditirukan Heru): "Saya Magrib sebentar, nanti ke sini lagi."
"Ini sudah tak tahan lagi kami. Untuk makan saja sudah pinjam sana-sini. Kami tunggu lagi, tapi hasilnya nihil!" - Heru
🤐 Respons Minim: Manajemen Hanya 'Read' Tanpa Keterangan
Upaya konfirmasi awak media kepada pihak manajemen PT Kwang Fai menemui jalan buntu. Sikap diam ini dinilai semakin memicu kemarahan para pekerja yang sudah terjepit kebutuhan ekonomi.
- Sule (Bagian Keuangan PT Kwang Fai): Dikonfirmasi via WhatsApp, pesan hanya dibaca (read) tanpa adanya tanggapan atau penjelasan.
- Arie (Project Manager PT Kwang Fai): Sama halnya, pesan konfirmasi via WhatsApp hanya dibaca tanpa balasan.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi maupun itikad baik dari PT Kwang Fai selaku subkontraktor PT Polagrob untuk menyelesaikan masalah krusial ini.
Situasi ini menjadi peringatan keras bagi seluruh perusahaan yang beroperasi di Batam. Hak pekerja adalah hak asasi yang tidak bisa ditawar. Jika PT Kwang Fai dan PT Polagrob tidak segera menunjukkan itikad baik untuk membayar upah yang tertunggak, aksi demo yang direncanakan oleh KMPK dan 16 pekerja tersebut dipastikan akan terjadi, mengundang sorotan publik dan aparat penegak hukum. Masyarakat Batam menuntut keadilan: Bayar Hak Pekerja Sekarang Juga!
Tanggal Kejadian: 6 April 2026
Pihak Terlibat: 16 Pekerja Konstruksi, KMPK (Sandi Jambak), PT Kwang Fai (Subkontraktor), PT Polagrob (Induk)
Status: Ancaman Demo, Tunggakan Gaji, Respons Minim Manajemen


0Comments