PORTALBUANA.ASIA, SUNGAI PENUH – Wujud nyata kepedulian terhadap masyarakat kembali ditunjukkan melalui kolaborasi Rumah Sakit Melati dan Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas IIB Sungai Penuh. Owner RS Melati, dr. H. Yandi Zulkarnaen, Sp.OG bersama Kepala Rutan Kelas IIB Sungai Penuh, Sahat Parsaulian Sihombing, meresmikan sekaligus menyerahkan kunci rumah hasil program bedah rumah kepada warga kurang mampu di Desa Talang Lindung, Kecamatan Sungai Bungkal, Kota Sungai Penuh, Senin (29/6/2026).
Peresmian tersebut turut dihadiri Camat Sungai Bungkal Victor, perangkat desa, jajaran pegawai Rutan Sungai Penuh, serta masyarakat setempat. Program bedah rumah ini merupakan bentuk dukungan terhadap program Asta Cita Presiden Republik Indonesia, khususnya dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui kolaborasi lintas sektor.
Menariknya, proses pembangunan rumah tersebut melibatkan warga binaan Rutan Sungai Penuh yang telah mengikuti pelatihan keterampilan kerja di bidang pertukangan. Melalui keterampilan yang dimiliki, warga binaan diberi kesempatan untuk berkontribusi secara nyata kepada masyarakat sekaligus sebagai bagian dari proses pembinaan dan reintegrasi sosial.
Kepala Rutan Kelas IIB Sungai Penuh, Sahat Parsaulian Sihombing, mengatakan program bedah rumah ini merupakan hasil sinergi antara Rutan Sungai Penuh dan RS Melati sebagai bentuk kepedulian kepada masyarakat yang membutuhkan.
"Program bedah rumah ini merupakan bentuk kepedulian kami yang mendapat dukungan penuh dari RS Melati. Melalui hasil kerja dan keterampilan warga binaan, kami ingin menunjukkan bahwa proses pembinaan di Rutan mampu memberikan manfaat yang dirasakan langsung oleh masyarakat," ujar Sahat.
Menurutnya, pemasyarakatan tidak hanya berfokus pada pembinaan warga binaan selama menjalani masa pidana, tetapi juga harus mampu menghadirkan manfaat sosial bagi lingkungan sekitar. Keterlibatan warga binaan dalam kegiatan produktif menjadi bekal penting agar mereka siap kembali dan diterima di tengah masyarakat setelah bebas nanti.
"Program ini menjadi salah satu bentuk pemanfaatan keterampilan warga binaan yang diperoleh selama menjalani pembinaan. Selain meningkatkan kemampuan kerja, hasil pembinaan juga diarahkan untuk memberikan manfaat sosial bagi masyarakat yang membutuhkan," tambahnya.
Sementara itu, Owner RS Melati, dr. H. Yandi Zulkarnaen, Sp.OG, mengaku bersyukur program tersebut dapat terlaksana meski awalnya tidak direncanakan secara khusus.
"Program ini sebenarnya tidak kami rencanakan. Awalnya hanya sebuah obrolan, namun akhirnya langsung diwujudkan. Alhamdulillah, dalam waktu kurang dari tujuh hari rumah ini sudah selesai dibangun dan bisa diserahkan kepada penerima manfaat," ungkapnya.
Ia berharap masyarakat tidak hanya melihat hasil fisik bangunan, tetapi juga memaknai keikhlasan dan semangat gotong royong yang melatarbelakangi pembangunan rumah tersebut.
"Mohon doa agar RS Melati terus berkembang sehingga ke depan kami dapat terus membantu masyarakat, khususnya mereka yang masih tinggal di rumah tidak layak huni. Selain bedah rumah, kami juga memberikan bantuan penanganan stunting kepada anak dari pemilik rumah. Semoga bantuan ini dapat bermanfaat," ujarnya.
Di akhir sambutannya, dr. Yandi berpesan agar rumah yang telah dibangun bersama tersebut dapat dirawat dengan baik oleh pemiliknya. "Atas nama RS Melati dan Rutan Sungai Penuh, kami menitipkan rumah ini kepada keluarga penerima manfaat. Jagalah dengan sebaik-baiknya. Semoga rumah ini membawa kenyamanan, kebahagiaan, dan menjadi berkah bagi keluarga," tutupnya.

0Comments