SUNGAI PENUH – Lurah Pasar Sungai Penuh, Wiwin Septiadi, bersama anggota Satuan Perlindungan Masyarakat (Linmas) melaksanakan pendekatan persuasif kepada para pedagang kaki lima yang berjualan di badan jalan, khususnya di depan Klinik Melati, Kelurahan Pasar Sungai Penuh, Kamis (9/7/2026).
Kegiatan tersebut merupakan tindak lanjut atas surat Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Sungai Penuh tentang penertiban pedagang kaki lima yang memanfaatkan badan jalan dan fasilitas umum sebagai tempat berjualan.
Dalam pelaksanaannya, Lurah Wiwin Septiadi mengedepankan pendekatan humanis dengan berdialog langsung bersama para pedagang. Mereka diberikan pemahaman mengenai pentingnya menjaga ketertiban umum, keselamatan pengguna jalan, serta menciptakan lingkungan yang bersih, aman, dan nyaman.
"Kami tidak datang untuk melarang masyarakat mencari nafkah. Yang kami lakukan adalah mengajak para pedagang bersama-sama menaati aturan agar aktivitas perdagangan tetap berjalan tanpa mengganggu kepentingan umum. Pendekatan persuasif dan komunikasi yang baik adalah langkah utama yang kami kedepankan," ujar Wiwin Septiadi.
Ia menjelaskan, kawasan depan Klinik Melati merupakan salah satu titik dengan aktivitas masyarakat yang cukup padat. Karena itu, badan jalan harus tetap berfungsi sebagaimana mestinya agar arus lalu lintas tidak terganggu dan keselamatan pengguna jalan tetap terjaga.
"Kami berharap para pedagang dapat memahami kebijakan ini dan bersedia menata tempat usahanya dengan tertib. Penataan ini bukan untuk mempersulit pedagang, tetapi untuk menciptakan lingkungan yang lebih rapi, nyaman, dan aman bagi semua pihak," tambahnya.
Melalui pendekatan yang mengutamakan dialog dan musyawarah, Pemerintah Kelurahan Pasar Sungai Penuh berharap seluruh pedagang dapat mendukung upaya penataan tersebut. Dengan sinergi antara pemerintah, pedagang, dan masyarakat, kawasan Pasar Sungai Penuh diharapkan menjadi lebih tertib, bersih, dan nyaman, sejalan dengan komitmen Pemerintah Kota Sungai Penuh dalam mewujudkan ruang publik yang aman dan tertata.

0Comments