LINGGA, Solar adalah urat nadi nelayan tanpa solar nelayan tidak bisa beraktivitas karena untuk mengoperasikan mesin boat yang menggunakan mesin dompeng harus menggunakan solar, tentunya harus dapatkan dengan secara mudah dan terjangkau akan tetapi di dusun Belakang Hutan Desa Laboh kecamatan Senayang kabupaten Lingga Sungguh sangat berbeda ( 13/8/2022)
Masyarakat nelayan yang memiliki pas kecil dan rekomendasi BBM subsidi hanya diberikan dengan jatah 16 gia dan ada juga diberikan 2 plastik solar bukan hanya itu harga solar subsidi pun di dapat dengan harga di atas harga yang ditetapkan bupati Lingga, melalui bidang ekonomi harga solar subsidi ditetapkan dengan haraga Rp. 6.450 akan tetapi di dusun Belakang Hutan harga solar perliter mencapai RP. 8.000 hal ini tentu sudah masuk dalam pungli tentu pihak kepolisian dan timsiber pungli harus lakukan tindakan
Kurangnya pengawasan dari pemerintah kabupaten Lingga membuat oknum nakal bermain tentu sinergitas antara DKP Dinas kelautan perikanan, bidang ekonomi, kecamatan sangat diperlukan agar harga BBM subsidi tidak disalahgunakan.
Baru ini masyarakat desa Laboh melakukan aksi protes kepada pemerintah desa Laboh di kantor desa kekesalan masyarakat itu wajar saja karena untuk mencari makan di pesisir, solar adalah kebutuhan utama.
Tentu tanggung jawab harga dan penyaluran solar ada pada sub penyalur sesuai sk Bupati Lingga untuk desa Laboh dan Dusun Belakang Hutan di ambil alih oleh kepala desa lansung sesuai sk bupati 540/SR.BBM-JBT/PMT/SNY/00002 atas nama Fadillah.
Seharusnya kepala desa sebagai pengawasan bbm di tingkat desa
Untuk pengecer solar dalam aturan diperbolehkan di orang yang tidak memiliki sk bupati, akan tetapi di dusun Belakang Hutan yang menjadi penyalur solar dengan harga jual di atas het adalah oknum dusun, Oknum kaur desa dan seorang pengusaha tentu yang ditakutkan jika bukan sub penyalur yang menyalurkan solar ada permainan harga.
Salah seorang masyarakat yang namanya enggan dipublikasikan saat dihubungi awak media
" Kalau disini satu gia isi 5 Liter harga 40.000 pak sudah lah gitu susah pulak kami untuk mendapatkan nya maka itu harapan kami perhatian dari pemerintah agar bbm kami dapat dengan mudah dan sesuai dengan kuota kami, baru baru kami di kantor desa terkait solar ini adalah dalam rapat tu Tapa adek pak kades sebagai pengurus minyak datang, semoga kedepan ada perubahan kadang kami payah di desa ni nak ngadu ke kepala desa beliau sering berada di Batam dan Tanjung Pinang jadi masyarakat susah ngadu.
Ada kemarin acara di kantor desa yang ngundang kades, acara itu hadir pak camat, tapi dalam acara itu kades tak ada hadir pak camat sampai marah pada saat itu, harapan kami nak masuk kantor nak tidak kades kami bia die lah yang penting solar ni aja lancar dan harga sesuai senang kami cari makan tutup nya.
Jagad kordinator bbm dan juga Ketua HNSI Lingga saat di hubungi awak media Sabtu, (13/8/2022)
" Waduh kalau harga segitu saya tak tau pulak sesuai aturan harga sudah ditetapkan, maka setiap sub penyalur diwajibkan buat spanduk daftar harga solar, kami terimakasih lah nanti coba kita cek karena untuk memantau seluruh sub penyalur kami kewalahan maka sinergitas antara Ormas, media dan masyarakat sangat di butuhkan. Kalau ada teman arahkan saja masyarakat melaporkan kepihak yang berwajib. Tutupnya
Fadilah kades desa Laboh yang juga sub penyalur BBM untuk desa Laboh sa'at di konfirmasi seakan-akan marah terhadap awak media adapun percakapan sebagai berikut
Dimana pak kades?
Berapa harga jual soal di Laboh sesuai tak dengan harga het yang sudah di tentu kan. Belakang Hutan sesuai aturan Bupati tak pak Kades.?
Loy Laboh: Ape Ade yang melapor???
Selagi aman bagi masyarakat berarti kami ikut aturan..
Loy Laboh: tak usah lah sibuk kalau untuk Desa Laboh
: Apa hal pak kades Larang saya sebagai sosial control yang di atur oleh UU
Saya media tugas nya mencari dan kembangkan informasi dan kontrol kebijakan pemerintah baca tugas media/ jurnalis (Ms)





0Comments