PORTALBUANA.ASIA, KERINCI – Harapan tenaga honorer R4 Kabupaten Kerinci untuk diusulkan menjadi Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) paruh waktu kembali menghadapi jalan buntu. Padahal, beberapa waktu lalu aksi demonstrasi yang mereka gelar sempat mendapat titik terang setelah Wakil Bupati Kerinci, Mukhrison, menyatakan komitmennya untuk memperjuangkan pengusulan tersebut.
Dalam kesepakatan awal, tenaga honorer R4 bersedia menerima sejumlah syarat, di antaranya tidak menuntut gaji penuh serta tidak memilih penempatan dinas. Namun, proses pengusulan justru terhambat di Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM) Kabupaten Kerinci.
Sejumlah honorer mengaku dipersulit oleh pihak administrasi. Mereka diminta untuk membawa surat resmi dari Bupati sebelum data dapat diproses lebih lanjut.
Salah seorang honorer R4 mengungkapkan kekecewaannya. "Janji Wakil Bupati saat kami menggelar aksi damaisudah jelas memperjuangkan nasib kami. Tapi ketika sampai di BPSDM, kami justru dipersulit oleh admin, Bu Citra dan Pak Raffi.
Padahal Kepala BPSDM sudah memerintahkan Kabid dan admin menyiapkan data kami agar bisa ditandatangani Bapak Bupati. Namun mereka menolak memproses karena alasan tidak ada surat resmi dari Bupati.
Kami diminta menemui Bupati atau Wakil Bupati untuk meminta surat itu. Jika tidak, data kami tidak akan diproses untuk diusulkan ke BKN. Kami merasa dipersulit. Mohon Bapak Bupati dan Wakil Bupati memberi kejelasan dan kepastian,” ujarnya dengan nada kecewa.
Honorer R4 menegaskan bahwa mereka telah bertahun-tahun mengabdi tanpa kepastian status.
"Harapan kami sederhana, pemerintah daerah serius memperjuangkan nasib kami. Jangan biarkan tenaga honorer hanya dijadikan bahan janji tanpa realisasi,” tambahnya.
Hingga berita ini diterbitkan, pihak BKPSDM belum dapat dikonfirmasi terkait persoalan tersebut.
Situasi ini semakin menambah kegelisahan para honorer R4. Mereka berharap Bupati Kerinci beserta jajaran terkait segera mengambil langkah tegas untuk memberikan solusi nyata, agar pengabdian panjang mereka tidak terus terkatung-katung tanpa kepastian.

0Comments