PORTALBUANA.ASIA, SUNGAI PENUH - Kisah pilu datang dari Desa Lawang Agung, Kecamatan Pondok Tinggi. Seorang balita bernama Kenzio Alaca Zonika, yang baru berusia 2 tahun, saat ini tengah berjuang melawan sakit yang dideritanya. Kenzio merupakan anak dari vebriana Khairul Nesiah, seorang warga setempat yang hidup dalam keterbatasan ekonomi.
Sejak beberapa waktu terakhir, kondisi kesehatan Kenzio terus menurun hingga akhirnya harus mendapatkan perawatan medis secara intensif di Rumah Sakit MH Thalib, Sungai Penuh. Tubuh kecil Kenzio kini terbaring lemah di ruang perawatan, bergantung pada penanganan medis dan doa dari banyak pihak agar dapat segera pulih dan kembali ceria seperti anak-anak seusianya.
Di balik upaya pengobatan tersebut, tersimpan beban berat yang harus dipikul oleh orang tuanya. Nesya, sang ibu, mengaku tidak memiliki cukup kemampuan finansial untuk menanggung seluruh biaya pengobatan anaknya. Dengan penghasilan yang pas-pasan, ia hanya mampu memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari, sementara biaya rumah sakit terus bertambah dari hari ke hari.
Kondisi ini semakin diperparah dengan tidak aktifnya kepesertaan BPJS Kesehatan milik keluarga tersebut. Diketahui, iuran BPJS telah menunggak selama lebih dari satu tahun, sehingga tidak dapat digunakan untuk menanggung biaya perawatan Kenzio. Akibatnya, seluruh biaya pengobatan harus ditanggung secara mandiri oleh keluarga yang serba kekurangan ini.
Dalam situasi penuh keterbatasan tersebut, Nesya hanya bisa pasrah sembari terus mendampingi sang anak di rumah sakit. Setiap hari ia diliputi rasa cemas dan harap, memohon agar anak semata wayangnya bisa mendapatkan kesembuhan tanpa harus terhambat persoalan biaya.
“Sebagai orang tua, saya hanya ingin anak saya sembuh. Tapi saya tidak punya apa-apa selain doa,” ungkap Nesya dengan mata berkaca-kaca.
Keluarga berharap adanya perhatian dan kepedulian dari pemerintah daerah, dinas sosial, dinas kesehatan, serta pihak-pihak terkait lainnya, agar dapat membantu meringankan beban biaya pengobatan yang tengah mereka hadapi. Selain itu, keluarga juga membuka harapan akan adanya uluran tangan dari masyarakat dan para dermawan yang tergerak hatinya untuk membantu.
Kasus yang dialami Kenzio menjadi gambaran nyata masih adanya masyarakat kecil yang kesulitan mengakses layanan kesehatan secara optimal akibat keterbatasan ekonomi. Padahal, kesehatan anak merupakan investasi masa depan yang seharusnya mendapatkan perhatian serius dari semua pihak.
Kini, harapan besar disandarkan pada kepedulian bersama. Uluran tangan sekecil apapun diyakini dapat menjadi penyambung harapan bagi Kenzio Alaca Zonika, agar ia dapat terus menjalani pengobatan hingga dinyatakan pulih dan kembali tumbuh sehat seperti anak-anak lainnya.

0Comments