PORTALBUANA.ASIA, SUNGAI PENUH – Postingan foto Firman Conet yang disertai narasi bertuliskan “foto Firman Conet saat ditangkap kasus narkoboy” yang diunggah oleh akun Facebook Zoni Irawan menuai polemik dan kecaman. Unggahan tersebut dinilai tidak proporsional serta telah menimbulkan tekanan psikologis yang mendalam, tidak hanya bagi Firman Conet secara pribadi, tetapi juga terhadap keluarganya.
Firman Conet mengaku sangat terpukul dengan beredarnya postingan tersebut, terutama karena narasi yang disampaikan tidak utuh dan menggiring opini publik seolah-olah dirinya kembali terlibat kasus narkoba. Akibat unggahan itu, Firman mengaku terus menerima telepon dari pihak keluarga yang panik dan khawatir atas informasi yang beredar luas di media sosial.
“Setelah postingan itu beredar, keluarga saya terus menelepon. Mereka panik dan bertanya apakah saya ditangkap lagi karena narkoba. Padahal faktanya tidak seperti itu,” ungkap Firman Conet.
Firman Conet secara terbuka mengakui bahwa dirinya memang pernah ditangkap dalam kasus narkoba pada tahun 2024. Namun ia menegaskan bahwa perkara tersebut telah diselesaikan sesuai prosedur hukum dan dirinya telah menjalani rehabilitasi sebagai bentuk pertanggungjawaban dan pemulihan diri.
“Saya tidak menutup-nutupi. Saya memang pernah ditangkap kasus narkoba tahun 2024 dan itu sudah saya jalani dengan rehabilitasi. Proses hukumnya sudah selesai,” tegasnya.
Firman menilai, fakta masa lalu tersebut tidak dapat dijadikan alasan untuk menyebarkan informasi menyesatkan yang menciptakan stigma baru. Ia menekankan bahwa setiap orang memiliki masa lalu yang kelam, namun juga memiliki hak untuk berubah dan menjalani kehidupan yang lebih baik.
“Setiap orang punya masa lalu. Tapi kalau itu sudah dipertanggungjawabkan secara hukum, jangan terus dijadikan alat untuk menghakimi dan merusak nama baik,” ujarnya.
Dampak unggahan tersebut, lanjut Firman, juga dirasakan langsung oleh keluarganya. Istri dan anaknya turut merasakan tekanan sosial, bahkan rekan-rekan istri Firman ikut mempertanyakan isu tersebut.
Atas peristiwa ini, Firman Conet secara resmi telah melaporkan pemilik akun Facebook Zoni Irawan ke Polres Kerinci. Selain sikap pribadinya yang tegas menolak penyelesaian damai, Firman juga menyampaikan bahwa pihak keluarganya turut mendesak aparat penegak hukum agar segera memproses laporan tersebut.
“Pihak keluarga saya juga mendesak agar aparat hukum segera memproses pemilik akun Facebook Zoni Irawan. Tidak ada kata damai dalam persoalan ini. Kami ingin proses hukum berjalan sebagaimana mestinya,” tegas Firman Conet.
Menurut Firman, langkah hukum ini diambil bukan hanya untuk membela nama baiknya, tetapi juga demi melindungi keluarga dari tekanan psikologis berkepanjangan akibat informasi yang menyesatkan di media sosial.
“Saya ingin ini menjadi pembelajaran bagi semua, agar media sosial tidak dijadikan alat untuk menyebarkan fitnah dan merusak kehidupan orang lain,” pungkasnya.
Hingga berita ini diturunkan, laporan Firman Conet masih dalam proses penanganan pihak kepolisian Polres Kerinci.

0Comments