TSMlBUr7GfOlGSG8TpC0TSd9
Light Dark
Diduga Jadi Korban Salah Paham dan Aksi Main Hakim Sendiri, Pengusaha Karaoke  Tempuh Jalur Hukum

Diduga Jadi Korban Salah Paham dan Aksi Main Hakim Sendiri, Pengusaha Karaoke Tempuh Jalur Hukum

Diduga Jadi Korban Salah Paham dan Aksi Main Hakim Sendiri, Pengusaha Karaoke Tempuh Jalur Hukum
Table of contents
×


PORTALBUANA.ASIA,SUNGAI PENUH – Warga Desa Permanti, Kecamatan Pondok Tinggi, Kota Sungai Penuh, sempat dibuat geger dengan adanya peristiwa yang diduga melibatkan seorang pria bernama Ardisman, yang dikenal sebagai salah satu pengusaha karaoke family di Kota Sungai Penuh, bersama seorang perempuan berstatus janda pada Jumat malam (7/5/2026).


Peristiwa tersebut sontak menjadi perhatian masyarakat setelah beredar dugaan adanya tindakan mesum di sebuah rumah warga. Namun, Ardisman membantah keras tudingan tersebut dan mengaku dirinya justru menjadi korban kekerasan oleh sejumlah warga yang datang secara tiba-tiba ke lokasi.


Merasa nama baiknya dicemarkan sekaligus mengalami tindakan penganiayaan, Ardisman akhirnya memilih menempuh jalur hukum dengan melaporkan beberapa orang warga ke Polres Kerinci atas dugaan pengeroyokan dan pemukulan terhadap dirinya.


Kepada awak media, Ardisman menjelaskan bahwa kedatangannya ke rumah perempuan tersebut bukan untuk melakukan perbuatan yang melanggar norma, melainkan untuk memenuhi undangan guna menyelesaikan suatu persoalan pribadi. Wanita ini teman satu sekolah saya.


“Tidak ada perbuatan mesum seperti yang dituduhkan. Saya datang karena diundang untuk menyelesaikan satu masalah. Baru sekitar lima menit kami duduk berjauhan, tiba-tiba rumah didatangi warga. Tanpa bertanya apa pun saya langsung dipukul hingga babak belur,” ungkap Ardisman.


Ia mengaku sangat menyayangkan tindakan sejumlah warga yang menurutnya langsung mengambil kesimpulan tanpa melakukan klarifikasi terlebih dahulu. Bahkan, dirinya menegaskan saat itu posisi dirinya dan perempuan tersebut tidak berada dalam situasi mencurigakan.


“Seharusnya saya ditanya dulu. Kami duduk tidak berdekatan. Tapi warga langsung datang ramai-ramai dan emosi. Saya langsung dipukul tanpa penjelasan,” tambahnya.


Situasi malam itu disebut berlangsung tegang. Setelah keributan terjadi, Ardisman kemudian dibawa ke kantor Kepala Desa Permanti untuk dilakukan mediasi. Selanjutnya, ia juga dibawa ke Polsek Kota Sungai Penuh guna membuat surat pernyataan serta penyelesaian awal terkait insiden tersebut.


Akibat kejadian itu, Ardisman mengaku mengalami luka-luka di beberapa bagian tubuh akibat aksi pemukulan yang diduga dilakukan lebih dari satu orang. Ia menilai tindakan main hakim sendiri tidak dapat dibenarkan dengan alasan apa pun, terlebih tanpa adanya bukti yang jelas.


Kasus ini pun kini menjadi perhatian masyarakat karena dinilai menyangkut dugaan pelanggaran hukum serta tindakan kekerasan yang terjadi di tengah lingkungan warga. Banyak pihak berharap persoalan tersebut dapat ditangani secara objektif oleh aparat penegak hukum agar tidak menimbulkan polemik berkepanjangan di tengah masyarakat.


Hingga berita ini diturunkan, pihak kepolisian disebut masih mendalami laporan yang disampaikan Ardisman terkait dugaan penganiayaan yang dialaminya. Sementara itu, suasana di Desa Permanti dikabarkan mulai kondusif meski peristiwa tersebut masih menjadi perbincangan hangat warga setempat.

0Comments