PORTALBUANA.ASIA, JAMBI - Kondisi Mess Pemerintah Daerah Kabupaten Kerinci yang berada di kawasan Jalan Matahari I, Kota Jambi, kini memprihatinkan. Bangunan yang merupakan salah satu aset daerah peninggalan masa kepemimpinan almarhum Bupati Kerinci, Fauzi Siin, terlihat terbengkalai dan minim perawatan.
Sejumlah bagian bangunan tampak mengalami kerusakan cukup parah. Cat dinding mengelupas, plafon rusak, fasilitas di dalam bangunan tidak lagi layak digunakan, hingga kondisi lingkungan sekitar yang terlihat kumuh dan tidak terurus. Kondisi itu menimbulkan keprihatinan masyarakat karena mess tersebut dulunya menjadi salah satu fasilitas penting milik Pemerintah Kabupaten Kerinci.
Mess Pemda Kerinci dibangun pada tahun 2001 di era kepemimpinan almarhum Fauzi Siin. Saat itu, pembangunan mess dilakukan sebagai bentuk perhatian pemerintah daerah untuk menyediakan fasilitas bagi masyarakat Kerinci maupun pejabat daerah yang memiliki kepentingan di Kota Jambi, baik urusan pemerintahan, pendidikan, kesehatan, maupun kebutuhan lainnya.
Pada masanya, bangunan tersebut dikenal cukup representatif dan aktif digunakan. Selain menjadi tempat persinggahan pejabat daerah, mess itu juga dimanfaatkan masyarakat Kerinci yang datang ke Kota Jambi untuk berbagai keperluan. Karena itu, keberadaan bangunan tersebut bukan hanya memiliki nilai aset, tetapi juga menyimpan nilai sejarah perjalanan pemerintahan Kabupaten Kerinci.
Namun kini, bangunan yang dulunya menjadi kebanggaan daerah itu justru terlihat seperti bangunan kosong yang kehilangan fungsi. Minimnya perhatian dan perawatan selama bertahun-tahun membuat kondisi fisik bangunan semakin memprihatinkan dan terancam mengalami kerusakan lebih parah.
Salah seorang aktivis Kerinci-Sungai Penuh, Iwan Efendi, turut menyoroti kondisi terbengkalainya aset daerah tersebut. Ia menilai pemerintah daerah terkesan lalai dalam menjaga aset yang dibangun menggunakan anggaran negara dan memiliki nilai historis bagi masyarakat Kerinci.
Menurut Iwan Efendi, keberadaan Mess Pemda seharusnya dapat dimanfaatkan kembali untuk kepentingan masyarakat dan menunjang pelayanan publik di Kota Jambi. Ia menyayangkan bangunan yang dahulu dibangun dengan tujuan mulia kini justru dibiarkan rusak perlahan tanpa penanganan serius dari pemerintah daerah.
“Ini aset daerah, bukan bangunan biasa. Sangat disayangkan jika dibiarkan terus terbengkalai. Pemerintah harus memiliki kepedulian terhadap aset peninggalan yang dulu dibangun untuk kepentingan masyarakat Kerinci. Jangan sampai bangunan bersejarah ini rusak total karena kelalaian dalam pengelolaan,” ujar Iwan Efendi.
Ia juga meminta Pemerintah Kabupaten Kerinci segera melakukan langkah konkret, mulai dari perbaikan bangunan hingga penataan kembali fungsi mess agar kembali memberikan manfaat bagi masyarakat.
“Kita berharap ada perhatian serius dari pemerintah daerah. Kalau dikelola dengan baik, mess ini bisa kembali difungsikan sebagai fasilitas pelayanan masyarakat maupun kegiatan pemerintahan. Jangan hanya dibiarkan menjadi bangunan kosong yang akhirnya menjadi beban daerah,” tegasnya.
Masyarakat berharap pemerintah tidak menutup mata terhadap kondisi tersebut. Sebab, selain berpotensi menurunkan nilai aset daerah, kerusakan yang terus dibiarkan juga dianggap sebagai bentuk kurangnya penghargaan terhadap pembangunan yang pernah dilakukan pada masa kepemimpinan almarhum Fauzi Siin.
Kini masyarakat menunggu langkah nyata Pemerintah Kabupaten Kerinci untuk menyelamatkan Mess Pemda di Kota Jambi agar aset daerah bernilai sejarah itu tidak hilang begitu saja dan tetap dapat dimanfaatkan oleh generasi mendatang.


0Comments