PORTALBUANA.ASIA, SUNGAI PENUH – Perhatian dan kepedulian Pemerintah Kota Sungai Penuh terus mengalir kepada Kenzio Alaca Zonika, balita berusia 2 tahun yang saat ini membutuhkan penanganan medis lanjutan. Anak dari pasangan Vebriana Khairul Nesia, warga Kota Sungai Penuh, tersebut akhirnya dirujuk ke salah satu rumah sakit di Kota Padang pada Selasa malam (27/01/2026), setelah sebelumnya menjalani perawatan di Rumah Sakit MH Thalib Sungai Penuh.
Rujukan ini dilakukan menyusul kondisi kesehatan Kenzio yang memerlukan penanganan lebih intensif serta fasilitas medis yang lebih lengkap. Keterbatasan sarana dan prasarana di daerah menjadi pertimbangan utama tenaga medis untuk segera merujuk Kenzio agar mendapatkan perawatan yang maksimal.
Di sisi lain, kondisi ekonomi keluarga yang terbatas sempat menjadi kendala dalam proses pengobatan. Kepesertaan BPJS Kesehatan milik keluarga Kenzio diketahui menunggak lebih dari satu tahun, sehingga tidak dapat digunakan saat kondisi darurat. Namun, situasi tersebut mendapat perhatian serius dari Pemerintah Kota Sungai Penuh melalui Dinas Kesehatan.
Dinas Kesehatan Kota Sungai Penuh bergerak cepat dengan mengambil langkah konkret untuk membantu pelunasan tunggakan BPJS Kesehatan keluarga Kenzio. Bahkan, proses yang sebelumnya dijadwalkan aktif kembali pada 1 Februari 2026 dipercepat agar rujukan medis dapat segera dilakukan tanpa hambatan administrasi. Berkat langkah cepat tersebut, rujukan Kenzio ke Padang akhirnya dapat terealisasi.
Tidak hanya dari unsur pemerintah, perhatian dan empati juga datang dari Ketua Tim Penggerak PKK Kota Sungai Penuh, Sri Kartini Alfin. Ia menyempatkan diri mengunjungi langsung Kenzio di Rumah Sakit MH Thalib Sungai Penuh sebelum diberangkatkan ke Padang.
Dalam kunjungannya, Sri Kartini Alfin menyampaikan rasa prihatin serta memberikan dukungan moril kepada orang tua Kenzio agar tetap kuat dan tabah menghadapi ujian yang tengah dialami.
“Kami dari Tim Penggerak PKK Kota Sungai Penuh turut prihatin atas kondisi ananda Kenzio. Semoga dengan dirujuk ke Padang, Kenzio bisa mendapatkan penanganan yang lebih optimal dan segera diberikan kesembuhan,” ujar Sri Kartini Alfin.
Ia menegaskan bahwa kehadiran pemerintah dan PKK merupakan wujud nyata kepedulian terhadap masyarakat, khususnya bagi keluarga kurang mampu yang membutuhkan akses layanan kesehatan.
“Tidak boleh ada anak yang kehilangan hak mendapatkan pelayanan kesehatan hanya karena keterbatasan biaya. Ini adalah tanggung jawab kita bersama, dan kami akan terus berupaya hadir serta mendampingi masyarakat yang membutuhkan,” tegasnya.
Sementara itu, Nesia, orang tua Kenzio, tak kuasa menahan haru atas perhatian dan bantuan yang diberikan berbagai pihak. Dengan suara terbata, ia menyampaikan rasa terima kasih yang mendalam kepada Pemerintah Kota Sungai Penuh, Dinas Kesehatan, pihak rumah sakit, serta Ketua TP-PKK yang telah datang langsung memberikan dukungan.
“Kami sekeluarga sangat berterima kasih kepada semua pihak yang sudah peduli dan membantu pengobatan anak kami. Jujur, kami tidak tahu harus berbuat apa tanpa bantuan ini. Semoga kebaikan Bapak dan Ibu semua dibalas oleh Allah SWT,” ungkap Nesia dengan mata berkaca-kaca.
Ia berharap Kenzio dapat segera pulih dan kembali sehat seperti sedia kala agar dapat tumbuh dan bermain bersama anak-anak seusianya.
Dengan adanya sinergi antara pemerintah daerah, tenaga kesehatan, serta dukungan sosial dari berbagai pihak, diharapkan Kenzio Alaca Zonika dapat segera mendapatkan kesembuhan dan kembali menjalani masa tumbuh kembangnya dengan baik.


0Comments